Internet Rakyat Diluncurkan, Pemerintah Janjikan Akses Cepat dengan Harga Murah

Jakarta – Pemerataan akses digital di Indonesia memasuki babak baru setelah pemerintah akhirnya meresmikan layanan Internet Rakyat (IRA), sebuah program internet berkecepatan tinggi dengan tarif terjangkau. Program yang sebelumnya hanya ramai dibahas di ruang publik ini kini mulai tersedia di sejumlah wilayah, menggandeng berbagai penyedia layanan internet nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi langkah besar dalam menghadirkan konektivitas cepat tanpa menunggu pembangunan fiber optik yang selama ini memakan biaya dan waktu panjang.

“Program ini bukan sekadar soal koneksi. Tujuannya menghadirkan internet cepat dengan biaya murah. Teknologi yang digunakan memungkinkan kita melampaui hambatan pemasangan fiber optik yang selama ini menjadi kendala,” ujar Nezar, dikutip dari Antara, Rabu (19/11/2025).

Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur kabel, Internet Rakyat mengadopsi teknologi Fixed Wireless Access (FWA) 5G yang beroperasi pada frekuensi 1,4 GHz. Dengan teknologi ini, modem tidak lagi memerlukan jaringan kabel seperti layanan internet rumah pada umumnya. Perangkat hanya perlu menangkap sinyal dari BTS 5G terdekat, sehingga mempercepat distribusi layanan ke berbagai daerah.

Program ini pertama kali diperkenalkan secara resmi pada 12 November 2025 dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses internet murah ke seluruh lapisan masyarakat. Layanan Internet Rakyat menggunakan modem khusus yang terkoneksi langsung dengan jaringan FWA, memberikan proses instalasi yang lebih mudah dan efisien.

Salah satu operator yang membuka pendaftaran lebih awal adalah PT. Telemedia Komunikasi Pratama di bawah Surge Group. Masyarakat dapat melakukan pra-pendaftaran melalui situs mytelemedia.id dengan mengisi data lengkap, dan konfirmasi lanjutan akan dikirim melalui email.

Saat ini, cakupan layanan masih terbatas dan belum merata di seluruh Indonesia. Beberapa wilayah di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi masih menunggu pemerataan karena area tersebut dipegang oleh operator lain, sementara pengguna di Pulau Jawa dan sebagian Papua–Maluku sudah bisa mengaksesnya.

Untuk tarif layanan, Internet Rakyat mematok harga yang berbeda berdasarkan wilayah:

Rp100.000 per bulan untuk pengguna di Pulau Jawa.

Rp375.000 per bulan untuk pengguna di Papua–Maluku.

Hadirnya Internet Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses internet cepat, terutama mereka yang tinggal di daerah yang belum terjangkau jaringan fiber optik.(An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *