Daerah  

WBP Lapas Curup Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas

Kompor berbahan oli bekas karya WBP Lapas Curup/ Erasatu.id

Rejang Lebong – Meski hak kebebasannya dirampas sementara karena melanggar hukum, namun tidak membatasi ide dan kreatifitas seorang waga binaan pemasyarakatan (WBP).

Seperti yang dilakukan oleh Fani salah satu WBP Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, meski tengah menjalani masa hukuman dirinya tetap mampu produktif dengan menciptakan kompor dari barang bekas berbahan bakar oli bekas.

Meski dari barang bekas, Kompor berbahan bakar oli bekas yang diciptakannya tersebut mamou untuk memasak serbuk kayu untuk ribuan Baglog atau media tanam jamur tiram, dimana api yang dihasilkan tak kalah dengan kompor pabrikan.

Kepada wartawan Fani mengaku ide membuat kompor tersebut muncul saat dirinya dan rekan-rekannya kesulitan untuk memasak atau melakukan peng ovenan serbuk kayu untuk Baglog jamur tiram yang selama ini menggunakan kayu.

“Ide nya muncul setelah selama ini kami kesulitan untuk memasak serbuk kayu untuk Baglog jamur tiram, kemudian coba-coba membuat kompor berbahan bakar oli bekas dan berhasil,” ungkp Fani.

Menurut pria yang hanya lulusan sekolah dasar ini, dalam pembuatan kompor tersebut dirinya sudah 3 kali gagal, hingga akhirnya dirinya berhasil membuat kompor dengan api yang besar.

Kompor yang diciptakannya tersebut berbahan pipa besi bulat serta di bantu kipas angin blower keong untuk membantu proses pengapian dan berbahan bakar oli bekas, 1 liter oli bekas sendiri mampu untuk memasak selama 1,5 jam.

“1 liter oli bisa memasak sampai 1,5 jam, jika dibanding kompor gas lebih hemat kompor oli bekas ini, untuk biaya pembuatan kompor sendiri sekitar Rp 200 ribu,” ujarnya.

Dirinya sendiri berencana akan mengembangkan kompornya tersebut agar dapat djual dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Bambang Wijanarko mengungkapkan, selama ini pihaknya memang memberikan pelatihan kemandirian kepada oara warga binaan sesuai bakal dan minat masing-masing, hanya saja kompor berbahan oli bekas sendiri diakuinya memang ide dan kreatifitas Fani sendiri.

“Nantinya akan kita kembangkan lagi kompor ini agar bisa juga bermanfaat bagi masyarakat luas dalam upaya penghematan bahan bakar gas dan kayu,” ujarnya.

Pihaknya sendiri juga mendukung dan membantu bagi WBP lainnya dalam memgembangkan ide dan kreatifitas yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. (Izk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *