Rejang Lebong – Usaha budidaya jamur tiram yang dilakukan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang difasilitasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus berkembang.
Selain membudidayakan jamur tiram, saat ini WBP Lapas Curup juga membuat Baglog sebagai media tanam jamur tiram, produksi Baglog tersebut untuk dijual kepada masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Bambang Wijanarko mengungkapkan, dalam produksi Baglog tersebut para WBP bakal memanfaatkan teknologi tepat guna (TPG) berupa mesin pres yang saat ini masih dalam perjalanan.
“Yang melakukan kegiatan Kepala Kasi Kegiatan Kerja dan Kasubsi serta temen-temen warga binaan sudah order mesin pengepres Baglog, saat ini dalam perjalanan,” kata Kalapas kepada wartawan.
Melalui mesin pengepres baglog itu nantinya proses produksi akan lebih efisien serta Baglog yang dihasilkan dapat presisi dan volumenya akan sama semua.
Mesin pengepres Baglog sendiri menurutnya dibeli dari hasil penjualan jamur tiram sebelumnya, dengan pembelian mesin tersebut membuktikan jika usaha budidaya jamur tiram yang dilakukan kalangan WBP berkembang.
“Untuk mesin pengepres dibeli dari hasil jamur tiram kemarin-kemarin yang kita investasikan, ini membuktikan jika usaha budidaya jamur tiram yang diusahakan berkembang,” demikian Kalapas. (Izk21)

















