Daerah  

Turnamen TARKAM 2025 Dorong Olahraga dan Peran Pemuda di Rejang Lebong

Rejang Lebong – Pelaksanaan Turnamen Antar Kampung (TARKAM) 2025 di Kabupaten Rejang Lebong menjadi gambaran kuat tumbuhnya olahraga berbasis desa yang digerakkan langsung oleh masyarakat dan pemuda. Kegiatan ini dinilai mampu memperluas akses olahraga sekaligus membuka ruang pembinaan atlet sejak level akar rumput.

TARKAM 2025 yang dipusatkan di GOR Curup, Selasa (31/12/2025), diikuti 450 peserta dari hampir seluruh kecamatan di Rejang Lebong. Ratusan peserta tersebut ambil bagian dalam empat cabang olahraga, yakni Fun Run, Gerak Jalan, Senam Masyarakat, serta Badminton yang telah lebih dulu dipertandingkan sejak 29 Desember 2025 di Gedung Alba Badminton Club.

Ketua Panitia Pelaksana, Erru Aditya, menyebut tingginya partisipasi peserta menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas olahraga yang mudah diakses dan bersifat inklusif.

“Melalui TARKAM, olahraga hadir lebih dekat dengan masyarakat. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan dan pemberdayaan pemuda di tingkat desa dan kecamatan,” ujar Erru.

Ia menjelaskan, konsep TARKAM dirancang untuk mendorong kolaborasi antara masyarakat, komunitas pemuda, dan pemerintah agar ekosistem olahraga tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi tumbuh merata hingga pelosok.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora RI, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, unsur Forkopimda, sponsor, serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Erru berharap, TARKAM 2025 dapat menjadi fondasi pembinaan atlet lokal yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak kegiatan positif di daerah. Ia juga mengakui masih terdapat keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan dan membuka ruang evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rejang Lebong, Rezza Pakhlevie, menilai TARKAM sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam membangun budaya olahraga dari tingkat desa.

“Kegiatan seperti TARKAM sangat penting karena mendorong partisipasi masyarakat secara luas. Dari sinilah pembinaan atlet dan semangat kebersamaan dapat tumbuh secara alami,” katanya.

Rezza menambahkan, potensi olahraga di Rejang Lebong masih sangat besar jika dikelola secara konsisten dan berkesinambungan. Ia berharap TARKAM dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Sinergi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat harus terus dijaga agar TARKAM bukan hanya menjadi event tahunan, tetapi juga melahirkan prestasi dan memperkuat karakter generasi muda Rejang Lebong,” pungkasnya.(Izk21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *