Rejang Lebong – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan ngobrol pendidikan Islam atau ‘Ngopi’ membahas implementasi kurikulum merdeka pada Madrasyah.
Dalam kegiatan Ngopi yang digelar di aula salah satu resto di Kabupaten Rejang Lebong tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tenaga pendidik, tenaga penyuluh hingga organisasi masyarakat.
Dalam kegiatan itu menghadirkan 4 ornag narasumber, yakni Anggota DPR RI Dapil Bengkulu, M. Saleh, Kasatgaswil Bengkulu Densus 88, Kombespol Imam Subandi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rejang Lebong, Lukman Asha serta Ketua Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama Rejang Lebong, Ngadri Yusro.
“Melalui kegiatan ini kita menyatupadukan visi dalam pendidikan, karena ini harus di inovasikan namun tetap sesuai dengan ahlak dan moral,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Rejang Lebong, Nopian Gustari dalam sambutannya, Sabtu (17/9/3022).
Dalam kegiatan itu pihaknya juga menggaungkan tetang moderasi beragama kepada para praktisi pendidik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Sementara itu, Anggota DPR RI M. Saleh yang menginisiasi kegiatan Ngopi tersebut mengungkapkan, kegiatan tersebut sangat penting dalam penerapan moderasi beragama sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang benar.
“Ini baru pertama kali saya ajak dari Densus 88, kita bahas soal moderasi beragama, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar, agar perkembangan di dalam masyarakat itu jangan sampai terjadi hal-hal tidak diinginkan, seperti kegiatan yang intoleransi,” ujarnya.
Disisi lain, Kasatgaswil Bengkulu Densus88 Kombespol Imam Subandi menambahkan, dalam setiap kesempatan, pihaknya selaku menyampaikan pesan-pesan perdamaian.
“Kegiatan ini juga untuk mendukung program-program kita, salah satunya yang kita sebut kontra narasi, deradikalisasi, kita tidak tahu apakah di suatu tempat banyak yang radikal atau tidak, banyak teroris atau tidak, pokonya pesan perdamian dan toleransj harus kita gemakan,” sampainya.
Dengan begitu menurutnya, jargon-jargon yang digunakan oleh pihak-pihak yang merusak kebhinekaan bangsa Indonesia akan surut dan kalah. (Era1)

















