Rejang Lebong – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup saat ini membudidayakan ternak ayam arab petelur yang dikerjakan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang sebelumnya beternak ayam merah petelur.
Selain sebagai media pelatihan kemandirian bagi WBP, Budidaya ayam arab juga menjadi sektor penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang pada tahun 2023 ini ditargetkan sebesar Rp 20 juta.
Kelapa Lapas Kelas IIA Curup, Bambang Wijanarko mengungkapkan, pihaknya beralih dari budidaya ternak ayam petelur ke ternak ayam arab tersebut karena dari segi ekonomi ternak ayam arab lebih menjanjikan, dimana harga telur ayam arab jualnya lebih tinggi dibanding telur ayam merah.
“Kenapa kita kembangkan ayam arab ini, karena telur ayam arab ini lebih tinggi, karena biasanya telur ayam arab ini untuk jami, sedangkan telur ayam merah untuk konsumsi biasa,” kata Bambang kepada wartawan.
Saat ini ayam arab yang diternak masih dalam tahap pembesaran, dia menyebutkan saat ini ada sebanyak 300 ekor arab yang diternak.
Biaya budidaya ternak ayam petelur itu sendiri menurutnya tergolong rendah karena pihaknya memanfaatkan sisa makanan para WBP untuk diolah menjadi pakan ternak.
“Ayam yang lama sudah afkir, dari segi bisnis kurang karena pakan nya harus beli, sedangkan ayam arab ini kita bisa manfaatkan sisa makanan warga binaan yang terlebih dahulu diolah,” imbuhnya.
Melalui budidaya ayam arab tersebut dirinya berharap bisa menambah PNBP serta para warga binaan nantinya dapat melanjutkan usaha serupa usai bebas menjalani hukuman sehingga dapat memenuhi ekonomi keluarga. (Izk21)

















