Ikut Kemah, Siswi SMK Tewas Tenggelam di Bendungan Trokon

Rejang Lebong – Seorang siswi SMK Negeri 2 Rejang Lebong tewas tenggelam di bendungan Musi Trokon Desa Cawang Lama Kecamatan Selupu Rejang mandi bersama temannya pada Minggu (9/6/2024) pagi sekira pukul 08.30 WIB.

Korban atas nama Asri Wahyuni (17) warga Desa Sinar Gunung Kecamatan Sindang Dataran, korban saat itu tengah berkemah bersama 9 rekannya yang lain.

“Sekira pukul 8.30 WIB kami mendapat informasi adanya insiden tenggelam, siswi SMKN 2 yang saat itu tengah berkemah bersama teman-temannya,” ujar Kapolsek Selupu Rejang Iptu Ibnu Sina Alfarobi dikonfirmasi wartawan.

Kronologis kejadian bermula saat korban bersama 9 rekannya berkemah di kawasan bendungan irigasi Sungai Musi Trokon, saat hendak pulang korban bersama satu temannya mandi di aliran sungai, sedangkan 8 temannya yang lain tengah berkemas membongkar tenda.

Teman korban yang saat itu bersamanya melihat korban telah tenggelam hingga memberitahukan kepada temannya yang lain, korban sempat diberikan tali namun korban tak dapat meraihnya, hingga rekannya yang lain meminta bantuan warga sekitar untuk menyelamatkan korban.

Namun saat berhasil diangkat dari air korban sudah tak sadarkan diri dan saat dibawa ke Rumah Sakit An-Nisa korban dinyatakan meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan kami belum ada ditemukan unsur kelalaian, karena mereka ini memang tengah mandi namun korban tidak bisa berenang,” tegas Ibnu Sina.

Sementara itu Kepala SMK Negeri 2 Rejang Lebong Agustinus Dani Dadang Sumantri mengungkapkan, kegiatan kemah para siswanya tersebut merupakan kegiatan luar sekolah dimana para siswa yang berkemah tidak meminta izin sekolah, hanya izin orang tua.

“Kejadian ini membuat kekagetan luar biasa saya selaku kepala sekolah karena saya tidak mendengar adanya program sekolah untuk kegiatan kemah, memang ini inisiatif mereka para siswa yang rata-rata kos untuk melakukan kemah. Kegiatan siswa ini di luar kegiatan sekolah, karena kami juga saat ini masih dalam rangkaian ujian sekolah, jadi para siswa tidak diizinkan melakukan aktifitas diluar sekolah,” tegasnya.

Insiden tersebut menurutnya harus menjadi perhatian para orang tua agar mengawasi anak-anaknya, karena kegiatan diluar jam dan kegiatan sekolah merupakan tanggung jawab orang tua.

“Kami turut berdukacita atas peristiwa yang terjadi, mudah-mudahan almarhumah diterima disisi-Nya,” demikian Agustinus. (Izk21)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *