Daerah  

Peringati May Day, KSPSI Rejang Lebong Gelar Pasar Murah

Rejang Lebong – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, Dewan Pengurus Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan pasar murah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman GOR Curup, Jumat (1/5/2026), terlaksana berkat kolaborasi antara KSPSI, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bulog Cabang Rejang Lebong, serta unsur Forkopimda setempat.

Ketua DPC KSPSI Rejang Lebong, Edi Sarmiki, mengatakan program ini bertujuan membantu para buruh dan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Berbagai komoditas yang disediakan meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, bawang merah, hingga bawang putih.

“Melalui momentum May Day ini, kami ingin memberikan manfaat langsung bagi pekerja, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ringan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini jumlah anggota SPSI di Kabupaten Rejang Lebong mencapai sekitar 7.000 orang yang tersebar di 15 kecamatan. KSPSI sendiri ditegaskannya sebagai organisasi independen yang tidak berafiliasi dengan partai politik.

Ke depan, pihaknya berharap peringatan Hari Buruh dapat diselenggarakan lebih semarak dengan berbagai kegiatan yang lebih luas.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong, A. Musalim Yudha, memastikan harga bahan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut berada di bawah harga pasar, bahkan lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia merinci, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp58.000, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta minyak goreng MinyaKita Rp15.000 per liter.

“Stok yang kami siapkan hari ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hadir,” kata Yudha.

Adapun total pasokan yang disalurkan dalam kegiatan ini meliputi 2.400 liter MinyaKita, 2 ton beras SPHP, serta 800 kilogram gula pasir.

Di sisi lain, Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensi, menilai kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para pekerja sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, KSPSI, Bulog, dan Forkopimda menjadi kunci dalam mengendalikan inflasi serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan dengan semangat May Day 2026, yakni mewujudkan kesejahteraan pekerja, menjaga ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tutupnya.(Izk21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *