Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi membuka secara resmi Festival Empat Suku Menanti (Estifest) Desa Wisata Empat Suku Menanti Kecamatan Sindang Dataran yang digelar selama dua hari yakni 20 dan 21 Agustus 2024.

Pembukaan Estifest yang digelar di Lapangan sepakbola Desa Empat Suku Menanti turut dihadiri pejabat tinggi Pemkab Rejang Lebong, Mulai dari Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Kepala Dinas Kominfo, Kadis Nakertrans, Kadis PMD dan lainnya, serta dihadiri oleh Asisten II Pemprov Bengkulu hingga pejabat TNI/ Polri.
Pembukaan Estifest berlangsung meriah dengan menampilkan beragam atraksi kesenian, salah satunya atraksi pertempuran antara elang dan kelabang yang menjadi cerita rakyat sejarah di Desa tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama Assisten II Pemprov beserta pejabat lainnya ikut menari bahkan sempat naik burung elang raksasa yang ditandu oleh beberapa orang.

Selain itu Bupati beserta rombongan menyambangi bazar UMKM untuk menyapa para pedagang yang berjualan beragam produk mulai dari produk pertanian, olahan makanan hingga kerajinan tangan.

Dalam sambutannya Bupati Syamsul menyampaikan apresiasi atas diselengarakannya Festival tersebut, kegiatan itu menurutnya bisa mempererat tali silaturhami antar warga serta melestarikan nilai budaya.
“Festival Empat Suku Menanti ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menggali, mengembangkan dan melestarikan ragam potensi kearifan lokal tanah Rejang. Khususnya warisan budaya suku-suku yang tinggal di Rejang Lebong. Diantaranya suku rejang, lembak, serawai, pekal, sunda dan jawa. Seperti 4 suku besar yang tinggal di Desa IV Suku Menanti terdiri dari suku rejang, lembak, serawai dan jawa,’’ kata Bupati dalam sambutannya.
Selain itu menurutnya kegiatan itu juga dapat berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat, serta mempromosikan wisata kepada masyarkat secara luas.
Sementara itu Kepala Desa Empat Suku Menanti Jumari menerangkan, Estifest 2024 digelar setelah desa yang dipimpinnya masuk nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) Kemenparkraf Tahun 2024 sekaligus sebagai ajang promosi wisata.
“Setiap tahunnya kami menggelar festival, namun karena tahun ini Desa Empat Suku Menanti masuk 50 besar ADWI kita namakan Estifest,” ujarnya kepada wartawan.

Untuk hari kedua festival sendiri menurutnya akan dilegar pawai karnaval budaya yang akan melibatkan ribuan masyarakat yang juga akan menampilkan atraksi dan pagelaran dari peserta pawai.
“Dengan Festival ini kami berharap Desa Wisata Empat Suku Menanti lebih dikenal masyarakat luas baik nasional maupun internasional, serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, ” harapnya. (Adv/Izk21)

















