Hukum  

Turunkan Ratusan Personel Senjata Lengkap, Operasi Polisi di Kampung Jeruk Diduga “Zonk”

Rejang Lebong, Erasatu.id – Jum’at pagi (16/10/3036) Tim Gabungan Polda Bengkulu bersama Polres Rejang Lebong melakukan operasi penggerebekan di Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang menghebohkan warga sekitar.

Pasalnya saat memasuki areal perkampungan, personil datang bersenjata lengkap dan diiringi kendaraan taktis, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, belum terlihat adanya terduga pelaku yang dibawa petugas dari lokasi yang didatangi. Hasil akhir operasi pun belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi kepolisian yang menjelaskan secara rinci sasaran maupun barang bukti yang ditemukan.

Seorang warga Desa Kampung Jeruk yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku terkejut melihat banyaknya personel kepolisian yang tiba-tiba memasuki permukiman.

“Terkejut pak tadi, rame sekali polisinya, tapi tidak ada yang dibawa pak, di mobil tadi ada hanya terlihat beberapa mesin judi,” ungkap warga tersebut kepada wartawan.

Keterangan warga itu menjadi salah satu gambaran situasi di lapangan. Meski demikian, tidak terlihatnya seseorang dibawa dari lokasi tertentu belum serta-merta membuktikan bahwa seluruh operasi tidak membuahkan hasil. Kepastian mengenai hasil pemeriksaan, barang bukti, maupun kemungkinan tindakan lanjutan tetap berada pada kewenangan kepolisian untuk menjelaskannya.

Sorotan terhadap penggerebekan tersebut juga muncul di media sosial. Dalam sebuah unggahan di grup Facebook Curup Kota Idaman (CKI), seorang pengguna bernama Rinto Ab melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan operasi.

Dalam komentarnya, ia mempertanyakan mengapa aparat disebut baru tiba setelah lokasi yang diduga menjadi sasaran sudah kosong. Ia juga menyampaikan dugaan bahwa informasi mengenai rencana penggerebekan mungkin telah diketahui pihak yang menjadi target sebelumnya.

“1 jam sebelum digerbak 1 jam sebelum polisi tu sampai,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Warganet itu bahkan melontarkan dugaan adanya oknum yang membocorkan informasi kepada pihak yang menjadi sasaran operasi. Namun, tuduhan tersebut masih sebatas dugaan dan belum didukung bukti yang dapat diverifikasi.

Ia juga mengkritik penggunaan anggaran negara dan pengerahan personel dalam jumlah besar apabila operasi tidak menghasilkan penindakan sesuai harapan masyarakat.

Komentar tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian pengguna media sosial terhadap efektivitas operasi. Akan tetapi, dugaan kebocoran informasi tidak dapat dijadikan kesimpulan tanpa penyelidikan dan bukti yang memadai.

Unggahan video lain yang beredar di media sosial turut menyoroti besarnya pengerahan aparat. Teks yang disematkan pada video tersebut berbunyi, “cumo di palak curup gerbakan samo cak nak perang dunia.”

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Jeruk, Edi Yusuf, saat dikonfirmasi via telpon mengatakan dirinya sedang berada di luar negeri untuk menjalankan ibadah umrah.

Meski tidak berada di desa, Edi mengaku memperoleh informasi dari warga dan perangkat desa mengenai kedatangan personel gabungan yang diduga melakukan penggerebekan terkait narkotika.

Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti hasil operasi tersebut.

“Sejauh ini belum ada informasi yang saya terima mengenai warga yang diamankan atau dibawa polisi,” kata Edi.

Ia juga menyebut sejumlah rumah yang diduga menjadi sasaran operasi sudah dalam keadaan kosong. Meski demikian, ia tidak dapat memastikan situasi secara langsung karena masih berada di luar negeri.

“Tapi kita kurang tahu juga ya, saya masih umrah,” paparnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, keterangan resmi mengenai sasaran, hasil penggeledahan, barang bukti, maupun kemungkinan adanya pihak yang diamankan belum diperoleh dari kepolisian.(Izk21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *