Daerah  

Dapat Kucuran Anggaran, RSUD Rejang Lebong Tingkatkan Fasilitas Pelayanan

Rejang Lebong, Erasatu.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2025, Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar untuk pengadaan tiga unit ventilator baru atau alat bantu napas bagi pasien kritis di RSUD Rejang Lebong.

Langkah ini disambut baik oleh Ketua Komisi I DPRD Rejang Lebong, Hidayatullah, yang menilai penambahan fasilitas tersebut sangat mendesak. Menurutnya, selama ini banyak pasien kritis yang harus dirujuk ke luar daerah akibat keterbatasan alat di rumah sakit daerah.

“Selama ini banyak keluhan soal pasien kritis yang harus dirujuk karena keterbatasan fasilitas. Kami berharap setelah penambahan ini, tidak ada lagi pasien yang tertolak,” ujar Hidayatullah.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Friska Elianti, melalui Kasi Pelayanan Medis, Wendra Aprizal, menjelaskan bahwa penambahan ventilator ini tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan, tetapi juga untuk memenuhi standar kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurut regulasi, jumlah ventilator minimal harus mencapai 7 persen dari total tempat tidur pasien. Saat ini RSUD Rejang Lebong memiliki 102 tempat tidur, namun hanya tersedia 3 unit ventilator, sehingga dibutuhkan tambahan 3 unit lagi agar sesuai dengan standar rumah sakit tipe C.

“Sekarang baru ada tiga ventilator, sementara jumlah tempat tidur 102 unit. Jadi harus ditambah tiga lagi agar memenuhi klasifikasi RSUD Rejang Lebong,” jelas Wendra.

Fasilitas ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Rejang Lebong saat ini memiliki enam tempat tidur pasien. Dengan adanya pengadaan tiga ventilator baru ini, diharapkan penanganan pasien kritis dapat dilakukan lebih optimal tanpa harus dirujuk keluar daerah.

Langkah nyata Pemkab Rejang Lebong ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan medis yang memadai dan berkualitas di daerah sendiri. (Izk21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *