Rejang Lebong – Pesona wisata udara di Rejang Lebong kembali mencuri perhatian. Sejak awal Oktober, langit Danau Mas Harun Bastari (DMHB) tampak semarak oleh warna-warni parasut dari gelaran Open Tandem Paralayang yang berlangsung hingga 4 November mendatang.
Tak hanya di DMHB, tim paralayang juga mulai menjajaki lokasi baru di Bukit Basah, Kecamatan Curup Utara. Lokasi dengan ketinggian 1.351 mdpl itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai spot terbang baru.
Ketua Harian Komite Paralayang Indonesia (KPI) Kabupaten Rejang Lebong, Ruly Sumanda, menyebut kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi promosi sport tourism daerah.
“Danau Mas Harun Bastari sudah menjadi ikon wisata Rejang Lebong. Sekarang kami ingin menambah pengalaman baru bagi wisatawan — menikmati keindahan Curup dari udara,” ujar Ruly.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap olahraga ekstrem ini terus meningkat. Banyak pengunjung rela mengantre demi merasakan sensasi terbang tandem bersama pilot profesional. Kegiatan ini juga berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga penyedia jasa parkir.
Selain di DMHB, survei lapangan yang dilakukan bersama tim Merapi Paragliding dan Dinas Pariwisata menunjukkan bahwa Bukit Basah memiliki arah angin ideal serta panorama alam yang menawan.
“Bukit Basah ini potensial sekali. Jika dikembangkan, bisa menjadi destinasi andalan paralayang berikutnya setelah DMHB,” tambah Ruly.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, menegaskan bahwa Open Tandem Paralayang ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan wisata berbasis olahraga.
“Kegiatan ini bukan hanya promosi, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Kami ingin paralayang menjadi event rutin tahunan di Rejang Lebong,” katanya.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan memperkuat dukungan infrastruktur menuju lokasi wisata, termasuk penataan area parkir, fasilitas umum, dan kerja sama dengan pihak swasta serta komunitas olahraga udara.
“Target kami, paralayang menjadi bagian dari kalender wisata daerah. Dengan potensi alam yang luar biasa, Rejang Lebong bisa sejajar dengan destinasi sport tourism lainnya di Sumatera,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kota Bengkulu, Adinda (27), mengaku pengalaman terbang di atas DMHB menjadi momen tak terlupakan.
“Awalnya deg-degan, tapi setelah di atas rasanya luar biasa. Pemandangannya indah banget, seperti lihat lukisan yang hidup,” ungkapnya sambil tersenyum.
Dengan dua destinasi andalan — DMHB dan Bukit Basah — Rejang Lebong kini semakin mantap meneguhkan diri sebagai daerah wisata alam dan petualangan di jantung Bengkulu.(Izk21)

















