erasatu.id : Rizki Mardani
Di tengah rutinitas menjaga keamanan wilayah, Kapolsek Sindang Dataran, Iptu Andi Gibran, justru melakukan sesuatu yang tak biasa. Sejak awal menjabat, ia rela menyisihkan waktu setiap hari Senin hingga Jumat untuk menjadi guru tambahan bagi para pelajar SMA di kecamatan pegunungan itu.
Kegiatan belajar berlangsung sederhana, jauh dari fasilitas sekolah formal. Sebuah ruangan kecil di Mapolsek disulap menjadi kelas “darurat”. Tidak ada meja atau kursi, para siswa duduk lesehan di lantai berkeramik putih. Di depan mereka hanya berdiri sebuah papan tulis seadanya. Namun dari tempat sederhana itulah, tumbuh semangat baru bagi anak-anak yang bermimpi menatap masa depan lebih cerah.
Semua bermula sekitar seminggu setelah Andi Gibran dilantik menjadi Kapolsek Sindang Dataran. Bersama beberapa personel, ia berkunjung ke SMA Negeri 12 Rejang Lebong, satu-satunya sekolah menengah atas di Sindang Dataran. Agenda sebenarnya sederhana yakni sosialisasi dan penyuluhan kamtibmas.
Namun, pertemuan itu menghasilkan hal lain. Usai penyuluhan, Andi spontan berkata kepada siswa, “Siapa yang mau belajar tambahan, silakan datang ke Mapolsek setelah pulang sekolah.” Ajakan singkat itu ternyata mendapat sambutan luar biasa.
Hari pertama, sekitar dua puluh pelajar datang berbondong-bondong. Mereka penasaran, sekaligus ingin merasakan pengalaman belajar dengan seorang Kapolsek yang terkenal ramah dan dekat dengan warga.
Memasuki bulan ketiga, jumlah siswa yang hadir tidak lagi sebanyak awal. Dari semula dua puluhan, kini hanya belasan orang yang rutin datang. Namun bagi Andi, hal itu sama sekali bukan persoalan.
“Belajar di sini sifatnya terbuka, tidak ada paksaan. Kalau pun berkurang, yang penting ada manfaatnya,” ujarnya santai.
Semangat itulah yang membuat kegiatan ini tetap berjalan hingga sekarang. Bahkan Polres Rejang Lebong ikut memberikan dukungan penuh. Kapolres AKBP Florentus Situngkir kerap menanyakan perkembangan program, sekaligus memberi dorongan agar terus berlanjut.
Bukan Sekadar Bahasa Inggris
Di awal, Andi hanya mengajarkan bahasa Inggris. Tapi seiring berjalanya waktu, materi berkembang. Ia membagikan pengetahuan psikologi, wawasan umum, bahkan olahraga. Satu jam terakhir biasanya diisi olahraga ringan bahkan sekarang berlatih olahraga Boxing.
“Kalau belajar teori terus, anak-anak bisa bosan. Jadi saya selingi olahraga biar tetap segar dan fisik mereka terlatih” katanya sambil tersenyum.
Materi yang diberikan pun tak lepas dari semangat menyiapkan masa depan. Sebagian besar diarahkan pada persiapan masuk sekolah kedinasan. Ia sadar, banyak siswa di pelosok punya cita-cita menjadi TNI atau Polri, namun butuh motivasi lebih untuk mewujudkannya.
Bangkitkan Motivasi Siswa
Bagi para siswa, kesempatan belajar gratis di Mapolsek jelas berharga. Farel Reonaldi Alfaro, pelajar kelas XVII, menyebut program itu membuka rutinitas baru.
“Ada kesibukan positif setelah sekolah. Bisa belajar gratis, langsung dari Kapolsek lagi. Orangnya ramah, supel, dan tidak bikin bosan kak, ” tuturnya.
Farel bahkan semakin termotivasi untuk terus belajar, terlebih dirinya memiliki cita-cita untuk menjadi anggota Polri. “Walau cuma pakai papan tulis dan duduk di lantai, ilmunya sangat bermanfaat,” tambahnya.
Dengan mengikuti pelajaran tambahan bersama Kapolsek tersebut, Farel mengaku orang tuanya memberikan dukungan dan semangat, serta tidak lagi khawatir akan pergaulannya diluar jam sekolah
Jembatan dengan Masyarakat, Nyalakan Asa Siswa
Sindang Dataran adalah kecamatan kecil di pegunungan Rejang Lebong. Akses pendidikan masih terbatas. Hanya ada satu SMA negeri. Banyak anak yang harus menempuh jarak jauh jika ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi.
Di tengah keterbatasan itu, kegiatan belajar di Mapolsek menjadi angin segar. Tidak hanya menambah ilmu, tapi juga memberi ruang baru bagi generasi muda untuk berani bermimpi.
Apa yang dilakukan Andi Gibran tak hanya mendekatkan diri kepada siswa, melainkan juga masyarakat. Sosoknya dianggap membawa warna baru. Kehadirannya bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi juga memberi nilai tambah bagi warga.
Kondisi kamtibmas di wilayah Polsek Sindang Dataran relatif aman. Tidak ada kasus menonjol yang terjadi. Warga hidup guyub rukun dan saling mendukung. Situasi itu terasa lebih hangat dengan adanya ruang belajar di Mapolsek.
Bagi Andi, kegiatan ini bukan sekadar mengajar. Ada kebahagiaan tersendiri setiap kali melihat mata para siswa berbinar penuh semangat.
“Kalau ada satu saja yang berhasil masuk sekolah kedinasan, itu sudah jadi kebanggaan,” ucapnya dengan nada rendah hati.
Kisah sederhana ini membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan lewat seragam dan kewenangan. Kepedulian kecil pun bisa berdampak besar. Dari ruang belajar sederhana di Mapolsek Sindang Dataran, Kapolsek dan para siswanya sedang menanam benih harapan, yang kelak bisa tumbuh menjadi pohon masa depan.

















