Rejang Lebong – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Bengkulu kembali melakukan vaksinasi di Kabupaten Rejang Lebong, vaksinasi dilakukan di wilayah yang capaian vaksinasinya masih tergolong rendah.
Kali ini vaksinasi yang bekerjasama dengan TNI/ Polri dan Dinas Kesehatan di lakukan di Kecamatan Binduriang tepatnya di Desa Air Apo, vaksinasi dikecamatan tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya di laksanakan di Desa Kampung Jeruk.
“Binda Bengkulu akan terus melakukan vaksinasi membantu pemerintah daerah, kami juga terus mendorong agar angka vaksinasi daerah tersebut mencapai target,” kata Kakorwil III Binda Bengkulu, Kombes Pol Edi Bastari dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/3/2022).
Dia mengungkapkan, data sementara vaksinasi di Kecamatan Binduriang tergolong rendah, setidaknya terdapat empat desa dengan capaian terendah yakni Desa Kepala Curup baru tercapai 53 persen, kemudian Desa Simpang Beliti tercapai 60 persen, Desa Taba Padang 64 persen dan Desa Air Apo tercapai 62 persen.
“Dari catatan kita Kecamatan Binduriang dibanding kecamatan lain capaiannya memang agak kurang, untuk itu kami mengajak bersama-sama agar capaian di Kabuoaten Rejang Lebong khususnya di Binduriang ini sama dengan kecamatan lainnya,” imbuhnya.
Binda Bengkulu untuk bulan Maret ini menyiapkan vaksin sebanyak 18 ribu dosis untuk Kabupaten Rejang Lebong, sehingga target vaksinasi dapat terkejar.
Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Syahfawi mengatakan berdasarkan data capaian vaksinasi di Rejang Lebong tergolong rendah dibanding daerah lain, namun jika dilihat dari cakupan jumlah penduduk capaian vaksinasi terbilang tinggi.
Dia mengungkapkan untuk menaikkan 1 persen capaian setidaknya butuh 2500 vaksin per hari.
Sejumlah upaya untuk mencapai target vaksinasi telah dilakukan, mulai dari menyediakan layanan vaksinasi di pusak kesehatan, kemudian vaksinasi serbu desa, vaksinasi Door to Door hingga 9enerapan sanksi bagi desa yang capaian vaksinnya rendah.
“Sesuai dengan edaran Bupati Rejang Lebong bahwa pencairan dana desa bisa dilakukan setelah capaian 95 persen. Dinkes Rejang Lebong tidak akan merekomendasikan dana desa bagi yang belum mencapai target,” tegasnya.(Era1)

















