Puskesmas Sumber Urip Terapkan Integrasi Layanan Primer

Wujudkan Transformasi Layanan Kesehatan

Rejang Lebong – Puskesmas Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang saat ini telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Sumber Urip, Mus Mulyadi mengungkapkan, penerapan ILP tersebut sebagai bentuk transformasi kesehatan, dimana secara teknis alur pelayanan di Puskesmas disesuaikan dengan siklus hidup, ILP sendiri terbagi menjadi 4 klaster yakni, klaster 1, klaster 2, klaster 3 dan klaster 4.

“Kita telah melakukan transformasi kesehatan dengan menerapkan paket Integrasi Layanan Primer atau ILP, dimana nantinya seluruh Puskesmas harus menerapkan ILP,” kata Mus Mulyadi kepada wartawan.

Paket ILP Puskesmas Sumber Urip

Dia menjelaskan paket ILP yang terdiri dari 4 klaster tersebut yakni, klaster pertama ialah klaster manajemen, kemudian klaster kedua yakni klaster ibu, anak, dan remaja, selanjutnya klaster ketiga ialah klaster usia produktif dan lanjut usia (Lansia) dan klaster keempat adalah klaster penanggulangan penularan penyakit.

Paket tersebut terdiri dari skrining penyakit, diagnosis dan pengobatan serta konseling, dimana nantinya jika terdapat kasus penyakit menular, petugas di klaster 4 bertugas untuk memutus rantai penularannya.

“Saat ini Puskesmas Sumber Urip juga memiliki fasilitas penunjang Laboratorium, yang bisa pemeriksan darah lengkap, pemeriksaan tipes, kolesterol, gula darah, asam urat dan kita juga memiliki alat pemeriksaan HIV/ Aids,” bebernya.

Salah satu pasien saat melakukan pemeriksaan darah di laboratorium Puskesmas Sumber Urip

Puskesmas Sumber Urip sendiri membina 5 desa, yakni Desa Sumber Bening, Desa Karang Jaya, Desa Mojorejo, Desa Sumber Urip dan Talang Lahat.

 

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pihaknya sendiri selalu mengacu pada program prioritas nasional, yakni pencegahan stunting, pencegahan penyakit tidak menular dan lainnya.

“Berbagai layanan kita sediakan, mulai dari layanan ibu dan anak, pelayanan kesehatan reproduksi, pelayanan remaja, pelayanan kesehatan lansia, ada juga layanan gizi hingga layanan surveilans,” bebernya. (Adv/Izk21).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *