Rejang Lebong – Puskesmas Kampung Delima Kecamatan Curup Utara siapkan pos pelayanan terpadu atau Posyandu terintegrasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan.
Kepala Puskesmas Kampung Delima, Lensiana mengungkapkan, Posyandu terintegrasi itu nantinya memadupadankan seluruh posyandu yang selama ini terpisah-pisah, nantinya seluruh posyandu mulai dari posyandu ibu hamil bayi balita hingga posyandu lansia akan dilakukan dalam satu tempat dan kegiatan.
“Posyandu terintegrasi ini yakni semua layanan dilakukan di satu tempat, semuanya disitu mulai dari pemeriksaan ibu hamil, bayi, balita hingga lansia, sekaligus waktunya dalam satu kegiatan, Posyandu integrasi ini awal tahun depan mulai berjalan,” kata Lensiana kepada wartawan.

Saat ini sendiri di wilayah binaan Puskesmas Kampung Delima terdapat 11 Posyandu yang tersebar di 7 desa dan 1 kelurahan.
“Kita berharap Posyandu terintegrasi ini nantinya berjalan sebagaimana yang kuta harapkan,saat ini kita juga memiliki kader yang bagus-bagus,” bebernya.
Sementara itu Bidan Koordinator Puskesmas Kampung Delima, Harma Pitrianti menambahkan, Puskesmas Kampung Delima saat ini memiliki 55 kader Posyandu ibu dan balita, dimana setiap desa terdapat 5 orang kader Posyandu.

Dia mengungkapkan, untuk layanan Posyandu ibu hamil bayi dan balita juga terdapat pelayanan deteksi dini tumbuh kembang anak atau DDTK untuk anak usia sekolah TK dan PAUD.
“Pelayanan DDTK anak TK dan PAUD sudah terintegrasi di Posyandu bayi balita dan ibu hamil, jadi anak TK dan PAUD ini datang ke Posyandu untuk dilakukan pemeriksaan tumbuh kembangnya, mulai dari berat badan, tinggi badan serta diperiksa juga ksehatan mulai dari kuku, rambut dan sebagainya,” ujar Harma Pitrianti.
Dalam pelayanan DDTK itu sendiri pihaknya bekerjamasa dengan guru dari masing-masing sekolah, bahkan pelayanan DDTK tersebut juga langsung menyasar kes sekolah-sekolah setiap 3 bulan sekali.
“Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan ada tumbuh kembang anak yang tidak sesuai dan terdeteksi stunting, maka kami langsung berkoordinasi dengan petugas gizi serta ke desa karena ada kader stunting juga sehingga cepat ditangani,” pungkasnya. (Izk21)

















