Daerah  

Pelajar Asal Lebong Dilaporkan Hilang di Jalur Pendakian Bukit Kaba

Rejang Lebong – Seorang pelajar SMK asal Kabupaten Lebong dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di jalur wisata alam Bukit Kaba, Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong pada Minggu Malam (18/1/2026).

 Korban diketahui bernama Abim Briliant  (16), warga Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya Kabupaten Lebong, Korban dilaporkan hilang di jalur pendakian saat turun bersama rekannya.

“Memang benar adanya laporan orang hilang di jalur pendakian Bukit Kaba, saat ini upaya oencarian masih dilakukan,” ujar Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, melalui Kapolsek Selupu Rejang IPTU Ibnu Sina Alfarobi, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, korban melakukan pendakian ke Bukit Kaba pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB bersama empat temannya, yakni Aurel, Keizha, Tantri, dan Laura, yang seluruhnya merupakan pelajar asal Kabupaten Lebong.

Pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan mulai turun dari puncak. Namun setibanya di pos pendakian, korban tidak bersama rombongan dan dinyatakan hilang.

Sementara itu, Koordinator SAR Rejang Lebong, Yudi Patria menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan pendalaman awal, korban terakhir terlihat sekitar pukul 09.00 WIB saat rombongan hendak menuju Bukit Gajah.

“Sekitar pukul 09.00 WIB korban berpisah dari rombongan. Menurut keterangan saksi, korban sempat menunjukkan gelagat tidak seperti biasanya dan menyampaikan keinginannya untuk kembali ke tenda,” kata Yudi Patria.

Namun hingga sore hari, korban tidak ditemukan di lokasi tenda. Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh rekan-rekannya, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak pengelola dan aparat.

Sebagai bagian dari standar operasional prosedur (SOP) pencarian orang hilang di kawasan gunung, jalur pendakian Bukit Kaba ditutup sementara.

“Hari ini jalur pendakian Bukit Kaba kami tutup sementara. Tim gabungan dari SAR, Polri, TNI, serta Pokdarwis fokus melakukan penyisiran di jalur yang diduga dilalui korban,” tegas Yudi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Masyarakat dan pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian hingga jalur resmi kembali dibuka.(Izk21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *