Rejang Lebong, Erasatu– Tradisi Sedekah Bumi kembali menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong. Tak sekadar menjadi agenda pelestarian budaya leluhur, kegiatan ini juga melibatkan generasi muda serta menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya.
Rangkaian kegiatan yang digelar pada 10 hingga 12 Juli 2026 merupakan momentum peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Sejumlah kegiatan budaya dan kesenian tradisional memeriahkan agenda, mulai dari karnaval budaya, Kedurei Agung, kesenian Kuda Kepang hingga pertunjukan Jadulan.
Ketua Panitia, Yasser Hadi W, mengatakan Sedekah Bumi tahun ini mengusung semangat merajut kembali kebersamaan masyarakat melalui warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur.
Menurutnya, konsep kegiatan sengaja diarahkan dengan melibatkan generasi muda. Hal itu dilakukan agar tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat tidak terputus dan tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
“Konsepnya memang melibatkan generasi muda. Tidak semua desa atau kelurahan memiliki tradisi dan budaya seperti ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Yasser.
Antusiasme masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut dinilai cukup tinggi. Warga bersama panitia bergotong royong mempersiapkan rangkaian acara hingga pertunjukan seni dan budaya.
Pada puncak kegiatan, masyarakat juga makan dan duduk bersama serta berebut gunungan hasil bumi. Tradisi tersebut menjadi simbol bahwa Sedekah Bumi bukan hanya milik kelompok atau suku tertentu.
“Semua makan bersama, duduk bersama. Tidak melihat latar belakang suku apa pun. Di sinilah kebersamaan itu dirajut,” katanya.
Panitia berharap Sedekah Bumi Air Bang ke depan tidak sekadar menjadi agenda tahunan masyarakat, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Rejang Lebong.
Bahkan, tradisi tersebut diharapkan dapat didorong menjadi bagian dari warisan budaya tak benda, sehingga keberadaannya memiliki ruang pelestarian yang lebih kuat.
Lurah Air Bang, Faisal Gustiansyah, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam pelaksanaan kegiatan. Kebersamaan warga dinilai menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan budaya ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong. Kepala Dinas Pariwisata, Riki Irawan, hadir dalam rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan tradisi masyarakat.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan tahun ini juga menghadirkan piala bergilir untuk pertama kalinya. Kehadiran piala bergilir tersebut diharapkan mampu menambah semangat partisipasi dan kreativitas masyarakat dalam memeriahkan agenda budaya pada tahun-tahun berikutnya.
Melalui Sedekah Bumi, masyarakat Air Bang berupaya menjaga warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman. Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk merawat toleransi, gotong royong dan kebersamaan dalam keberagaman.
Dari meja makan bersama hingga panggung kesenian tradisional, Sedekah Bumi Air Bang membawa satu semangat yang sama: merajut kebersamaan melalui budaya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, menilai tradisi Sedekah Bumi memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
“Tradisi seperti ini tentu harus terus kita jaga dan lestarikan. Selain menjadi warisan budaya masyarakat, kegiatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Terlebih ada keterlibatan generasi muda, sehingga kita berharap nilai-nilai budaya ini tetap hidup dan dapat terus diwariskan,” ujar Riki.
Menurutnya, kekayaan tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat merupakan bagian dari potensi pariwisata daerah. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan dan berbagai pihak diperlukan agar kegiatan budaya dapat dikemas semakin baik tanpa menghilangkan nilai dan identitas asli dari tradisi tersebut.(Izk21)

















