Desa Seguring, Benteng Terakhir Adat Rejang yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Erasatu | Insight – Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan mengubah wajah pedesaan di berbagai daerah, masih ada satu kampung di Kabupaten Rejang Lebong yang tetap teguh menjaga warisan leluhur. Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, menjadi bukti bahwa identitas budaya tidak harus hilang ditelan perkembangan zaman.

Desa yang telah ditetapkan sebagai salah satu desa adat di Kabupaten Rejang Lebong ini masih mempertahankan berbagai nilai tradisi Suku Rejang, mulai dari rumah adat, tata kehidupan masyarakat, hingga penyelesaian persoalan melalui hukum adat yang diwariskan turun-temurun.

Bagi masyarakat Seguring, adat bukan sekadar simbol atau cerita masa lalu. Adat merupakan pedoman hidup yang masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hubungan sosial antarmasyarakat tetap terjaga dengan baik.

Salah satu daya tarik utama Desa Seguring adalah keberadaan rumah-rumah tua yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Bangunan-bangunan tersebut masih mempertahankan bentuk aslinya dengan konstruksi kayu serta ornamen khas yang memiliki makna filosofis bagi masyarakat Rejang.

Di balik ukiran sederhana yang menghiasi rumah-rumah itu tersimpan kisah panjang perjalanan masyarakat adat dalam menjaga identitas mereka. Setiap bagian bangunan tidak hanya memiliki fungsi arsitektur, tetapi juga menggambarkan nilai kehidupan, penghormatan kepada leluhur, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Keberadaan rumah-rumah tersebut menjadi warisan budaya yang semakin langka di Bengkulu. Di banyak daerah, bangunan tradisional telah berganti menjadi rumah modern. Namun di Seguring, jejak sejarah itu masih dapat ditemukan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Desa Seguring dihuni sekitar 1.100 jiwa yang mayoritas merupakan masyarakat Suku Rejang. Kehidupan sosial di desa ini masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam menyelesaikan berbagai persoalan, masyarakat lebih mengedepankan musyawarah dan mekanisme hukum adat. Penyelesaian sengketa dilakukan dengan melibatkan para tokoh adat sebagai penengah sehingga konflik dapat diselesaikan secara damai tanpa menghilangkan rasa kekeluargaan.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa hukum adat masih memiliki peran penting sebagai instrumen sosial yang mampu menjaga keharmonisan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Selain itu, berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta adat, penyambutan tamu, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya masih dilaksanakan berdasarkan aturan adat yang berlaku. Hal inilah yang menjadikan Seguring sebagai salah satu desa yang berhasil mempertahankan identitas budaya Rejang secara utuh.

Potensi Desa Seguring sebenarnya tidak hanya terletak pada kekayaan budaya, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya di Provinsi Bengkulu.

Wisatawan yang berkunjung tidak hanya dapat melihat rumah-rumah adat yang masih berdiri kokoh, tetapi juga mempelajari tradisi masyarakat Rejang secara langsung, mulai dari nilai-nilai adat, sistem kemasyarakatan, hingga filosofi kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pengembangan wisata budaya dinilai mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

Firman Hadi, salah seorang tokoh pemuda Desa Seguring, berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan desa adat tersebut.

Menurutnya, keberadaan Desa Seguring merupakan aset budaya yang sangat berharga bagi Kabupaten Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu.

“Kami berharap Desa Seguring semakin dikenal masyarakat luas sehingga adat istiadat yang masih kami jaga tetap lestari. Jika dikelola dengan baik, desa ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan wisata budaya,” ujarnya.

Harapan tersebut dinilai sejalan dengan upaya pelestarian budaya yang saat ini mulai mendapat perhatian di berbagai daerah. Desa adat tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai identitas, nilai kehidupan, dan kearifan lokal.

Di tengah perubahan zaman yang tidak dapat dihindari, Desa Seguring memberikan pesan bahwa kemajuan tidak selalu harus mengorbankan tradisi. Justru, budaya yang tetap terjaga dapat menjadi kekuatan sekaligus identitas daerah.

Dengan dukungan pemerintah, akademisi, komunitas budaya, serta masyarakat luas, Desa Seguring berpotensi berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya unggulan di Kabupaten Rejang Lebong.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, desa ini merupakan ruang hidup yang menyimpan jejak sejarah, adat istiadat, dan jati diri masyarakat Rejang yang layak diwariskan kepada generasi mendatang.

Exit mobile version