Rejang Lebong, Erasatu – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Program yang mulai dilaksanakan pada Agustus 2025 tersebut masih terkendala pasokan air karena jaringan irigasi untuk mengaliri areal sawah baru seluas 587 hektare belum tersedia.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Rifai, mengakui hingga saat ini sistem pengairan untuk lahan sawah baru masih dalam proses pembangunan berupa pipanisasi.
“Sekarang ini masih dalam proses pipanisasi atau pemasangan pipa. Ini dilakukan agar air bisa mengaliri lahan persawahan yang sudah dicetak,” ujar Suradi saat dikonfirmasi.
Menurut Suradi, sistem irigasi yang dibangun sebelumnya belum mampu mendistribusikan air ke areal persawahan baru karena posisi sumber air berada lebih rendah dibandingkan lokasi sawah yang telah dicetak.
Akibat kondisi tersebut, diperlukan pembangunan sistem pengairan baru agar pasokan air dapat menjangkau seluruh areal persawahan.
“Informasi yang kami terima, sebelumnya terkendala distribusi air karena airnya tidak bisa naik. Makanya saat ini sedang dilakukan pemasangan pipa baru di bagian hulu atau mata air,” jelasnya.
Ia menambahkan, sumber air yang akan digunakan berasal dari sungai yang berada di kawasan hutan. Air tersebut nantinya dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang kurang lebih tiga kilometer menuju dam atau kolam penampungan sebelum didistribusikan ke lahan persawahan.
Suradi menjelaskan, pembangunan infrastruktur pengairan berupa pipanisasi saat ini menjadi kewenangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu.
“Pembangunan infrastruktur pengairan berupa pipanisasi masih dalam proses pengerjaan oleh pihak ketiga yang ditunjuk Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu,” katanya.
Apabila pembangunan jaringan pipanisasi selesai dan air dapat mengalir ke areal sawah, pemerintah akan melakukan penanaman serentak bersama para petani.
“Jika nantinya selesai, maka akan langsung ditanam serentak. Tapi kami belum bisa memastikan kapan selesainya. Yang jelas saat ini proses pengerjaan masih berjalan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Rejang Lebong menerima program Cetak Sawah Rakyat seluas 1.075 hektare yang dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, pencetakan sawah dilakukan di dua lokasi, yakni seluas 587,3 hektare di Desa Tanjung Gelang dan 16,7 hektare di Desa Sukarami.
Program cetak sawah tersebut melibatkan Kodim 0409/Rejang Lebong dengan total anggaran mencapai Rp50 miliar yang bersumber dari APBN.(Izk21)

















