Rejang Lebong – Aktivis buruh di Kabupaten Rejang Lebong memilih jalur dialogis, ketimbang mengikuti aksi demonstrasi dalam menyikapi penyesuaian harga BBM bersubsidi.
“Secara kelembagaan kami telah memutuskan sikap tidak melakukan aksi demo. Mengganti dengan cara yang lebih elegant dan intelektual, yaitu dengan dialogis,” Ketua DPC KSPSI Kabupaten Rejang Lebong, Edi Sarmiki, didampingi sekertaris Ola Abdullah, Senin (5/9/2022).
Aksi dialogis tersebut bersama pihak Disnakertrans Kabupaten Rejang Lebong. Terkait kompensasi yang diberikan pemerintah dari penyesuaian harga BBM bagi masyarakat, termasuk kaum buruh.
Apalagi kalangan buruh sendiri saat ini merupakan penerima berbagai program jaring pengaman sosial. Bahkan dimungkinkan mereka saat ini tengah didata pihak desa/kelurahan sebagai penerima bantuan kompensasi BBM.
Diketahui bahwa, subsidi BBM tiap periode bertambah nilainya, dari Rp. 152 triliun menjadi Rp. 502 triliun, serta dimungkinkan membengkak menjadi Rp. 600 triliun. Membebani keuangan negara hingga 25 persen. Namun disayangkan hanya dinikmati golongan masyarakat kaya.
Selain itu, kondisi geopolitik di negara-negara Timur Tengah juga memperburuk keadaan, ditambah lagi dengan masih terjadinya perang Rusia-Ukraina berdampak tidak baik pada perekonomian negara.
“Sehingga kondisi itu patut dipahami bersama. Kami juga tetap menghormati kalangan lain, silahkan saja berdemo, asalkan jangan anarkis dan melanggar aturan. Karena nantinya yang akan rugi kita sendiri,” tutupnya.(Efa1)

















