Rejang Lebong – Belasan warga menggeruduk Sekretariat Pelaksana Program Kelurga Harapan (PPKH) untuk mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan program Pahlawan Ekonomi Nusantara atau disingkat PENA.
Belasan warga yang merupakan kalangan pedagang ini sebelumnya pada akhir 2022 lalu telah di data oleh petugas untuk mendapat program bantuan dari Kementerian Sosial tersebut, hingga saat ini sendiri mereka tak kunjung mendapat kejelasan.
Menurut Qasidah, salah satu perwakilan kelompok pedagang mengungkakpan, saat ini kelompok lainnya yang sebelumnya didata bersamaan dengan kelompoknya sudah menerima bantuan, sednagkan kelompoknya yang terdiri dari 11 orang belum ada satupun yang menerima bantuan.
“Kami sebelumbya sudah di data 11 orang, taunya setelah rapat hari Jum’at katanya hari Sabtu ada pencairan, tapi hari Jumat sore kami dibatalkan, katanya bukan kami yang menerima, makanya kami mau tau siapa penerimanya, katanya ada tahap kedua, tetapi kami kemarin dijelaskan jika 11 orang ini lah yang menerima,” bebernya.
Dia mengungkapkan, dalam pendataan sebelumnya 11 orang kelompoknya sudah mendatangani surat bermaterai, hanya saja pihaknya belum mendapat kejelasan kapan bantuan tersebut akan diterima.
Sementara itu, Koordinator PKH Rejang Lebong, Firdaus mengungkapkan, pendataan program PENA tersebut bukan dilakukan oleh pihaknya, melainkan pihak lain.
Dia mengungkapkan, di Rejang Lebong ada 2 kelompok penerima, Kelompok 1 berjumlah 11 orang dan kelompok kedua berjumlah 23 orang, sedangkan pencairan baru dilakukan pada kelompok kedua.
“Semuanya sama Rp 6 Juta per satu orang, ada dua kelompok, kelompok pertama 11 ornag dan kelompok kedua 23 orang, yang sudah cair kelompok kedua, tetapi dari 23 itu tidak semuanya cair baru 16 orang” ujarnya.
Para calon penerima ini sendiri membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari pihak PPKH.(Izk21)

















