Rejang Lebong, Erasatu.id — Kesadaran untuk menjaga kebersihan di dalam kawasan konservasi tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah di Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, Kabupaten Rejang Lebong.
Hal itu terlihat dari kegiatan Clean Up yang digelar Pokdarwis Bukit Kaba bersama para relawan pada Kamis (10/9/2025). Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 karung sampah diangkut turun dari sejumlah titik kawasan pendakian.
Sampah yang ditemukan didominasi limbah sisa aktivitas pendaki, mulai dari bungkus makanan, botol plastik hingga berbagai kemasan lainnya.
Sebagian besar sampah diduga merupakan sisa aktivitas pengunjung saat momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI pada bulan Agustus lalu.
Ketua Pokdarwis Bukit Kaba, Yulian Adi Pratama, mengatakan banyaknya sampah yang ditemukan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan kawasan belum sepenuhnya menjadi perhatian seluruh pengunjung.
“Kurang lebih 30 karung yang kita bawa turun. Mayoritas sampah plastik, seperti bungkus snack, botol plastik dan kemasan lainnya,” kata Adi.
Selain sampah plastik, tim Clean Up juga menemukan sejumlah barang yang ditinggalkan di sekitar area camp pendaki, di antaranya beberapa botol bekas minuman beralkohol dan kemasan alat kontrasepsi.
Relawan juga menemukan puluhan botol plastik berisi urine yang ditinggalkan di sejumlah titik. Seluruh temuan tersebut kemudian dikumpulkan dan dibawa turun dari kawasan pendakian.
Temuan itu menjadi catatan tersendiri bagi Pokdarwis. Sebab, TWA Bukit Kaba merupakan kawasan konservasi, sehingga menjaga kebersihan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan wisatawan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kawasan dan lingkungan di dalamnya.
Menurut Adi, pengelola akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan, termasuk pemeriksaan barang bawaan pendaki sebelum memasuki kawasan.
Ke depan, pemeriksaan di pos registrasi akan diperketat. Apabila diperlukan, pendaki akan diminta menunjukkan isi keril maupun tas untuk memastikan barang yang dibawa masuk tidak berpotensi menimbulkan persoalan terhadap kebersihan dan keamanan kawasan.
“Ke depan pemeriksaan barang akan kita perketat. Kalau memang diperlukan, seluruh isi keril dan tas pendaki wajib dikeluarkan untuk diperiksa,” ujarnya.
Namun, upaya menjaga kebersihan kawasan konservasi tidak cukup hanya mengandalkan petugas maupun pengelola. Kesadaran dari setiap pengunjung untuk membawa kembali sampahnya menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian Bukit Kaba.
Pihaknya berharap, para pendaki juga menerapkan prinsip sederhana selama berada di kawasan, yakni apa yang dibawa masuk, sebisa mungkin dibawa kembali turun.
Pokdarwis bersama para relawan pun akan terus melakukan kegiatan Clean Up secara rutin setiap bulan, khususnya di titik-titik yang menjadi lokasi aktivitas dan camp pendaki.
“Pokdarwis bersama volunteer terus menjadikan kegiatan Clean Up di kawasan pendakian sebagai agenda rutin bulanan, terutama pada titik-titik yang menjadi lokasi aktivitas dan camp pendaki,” pungkas Adi.(Izk21)
















