Rejang Lebong, Erasatu.id – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rejang Lebong kembali mendapat dukungan pemerintah pusat. Melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026, pembangunan dan preservasi jalan di Kelurahan Air Duku resmi memasuki tahap titik nol, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, Dr. Ir. Zepnat Kambu, anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong dari Fraksi Partai NasDem, yakni Putra Mas Wigoro, Beni Heryanto, dan Rizal Tahsin, Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, serta para pejabat lainnya.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan titik nol pembangunan jalan, selama ini Rejang Lebong belum pernah mendapatkan IJD, alhamdulillah tahun ini kita dapat berkat perjuangan Ibu Erna Sari Dewi, pihak Balai, OPD tentunya, tahun ini kita dapat 4 paket,” ujar Hendri kepada wartawan.
Adapun 4 paket program IJD tersebur yakni pembangunan jalan Simpang Air Duku – Tower Air Duku kemudian Simpang Karang Anyar – Musi Kejalo yang saat ini sudah masuk tahap lelang, kemudian pembangunan ruas jalan Kota Padang – Tanjung Gelang serta ruas jalan Air Kati – Sukakarya yang saat tahap review.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Bengkulu, serta Erna Sari Dewi yang telah memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rejang Lebong.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan Program IJD yang dinilai memberikan kesempatan lebih luas bagi daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur.
Ia juga mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum beserta seluruh jajaran, BPJN, dan pemerintah daerah yang telah bersinergi dalam menyiapkan serta mengusulkan program pembangunan tersebut.
Erna menjelaskan, pembangunan jalan di Air Duku merupakan salah satu aspirasi yang turut diperjuangkannya di tingkat pusat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, balai, dan legislatif menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan titik nol pembangunan jalan di Air Duku dengan panjang 3,3 kilometer. Kita berharap ke depan masih ada kelanjutan sekitar lima kilometer lagi hingga dapat menghubungkan sampai ke kawasan Bukit Kaki Kaba,” ujar Erna.
Ia menjelaskan, jalan tersebut memiliki peran strategis karena melintasi kawasan sentra pertanian hortikultura dan perkebunan serta menghubungkan sejumlah desa.
Dengan peningkatan kualitas jalan, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta perekonomian masyarakat.
Erna menegaskan, perjuangan pembangunan infrastruktur di Rejang Lebong tidak berhenti pada pekerjaan yang saat ini mulai dilaksanakan. Sejumlah usulan pembangunan lainnya juga telah masuk dalam daftar prioritas berikutnya dan akan kembali dibahas bersama pemerintah daerah serta pihak terkait.
“Untuk beberapa usulan lainnya, sudah kita bicarakan dan ada yang masuk dalam daftar prioritas. Nanti kita duduk bersama kembali untuk menentukan mana yang akan kita dorong anggarannya dan kita kawal bersama,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan mengawasi pelaksanaan pembangunan agar pekerjaan memenuhi standar kualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Erna menambahkan, pihaknya bersama Plt Bupati Rejang Lebong dan Kepala BPJN Bengkulu telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang menjadi prioritas pembangunan untuk tahun 2027.
Menurutnya, pemerataan alokasi anggaran infrastruktur harus terus diperjuangkan agar seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu memperoleh kesempatan yang sama dalam pembangunan.
Di sisi lain, Kepala BPJN Bengkulu, Zepnat Kambu, menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat sekitar 56 paket usulan pembangunan jalan dari pemerintah daerah di seluruh Provinsi Bengkulu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 paket lolos verifikasi balai, sedangkan tiga paket lainnya tidak lolos.
Selanjutnya, dari proses seleksi di tingkat pusat, sebanyak 36 paket dinyatakan lolos. Namun, hingga saat ini baru 15 paket pekerjaan fisik dan dua paket pengawasan yang telah mendapatkan alokasi, atau total 17 paket.
“Masih ada paket yang tersimpan di pusat. Kita doakan bersama agar dalam sisa waktu yang ada bisa kembali keluar alokasinya. Jika belum, mudah-mudahan dapat diperjuangkan pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan Erna Sari Dewi sebagai Anggota Komisi V DPR RI yang dinilai memberikan kontribusi dalam memperjuangkan alokasi pembangunan infrastruktur bagi Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, apabila seluruh usulan IJD yang telah lolos dapat terealisasi, total alokasi program tersebut di Provinsi Bengkulu berpotensi mendekati Rp800 miliar. Sementara itu, anggaran yang telah keluar hingga saat ini hampir mencapai Rp300 miliar.
Kepala BPJN Bengkulu turut mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan infrastruktur berkualitas.
Dengan dimulainya pembangunan jalan di Kelurahan Air Duku melalui Program IJD 2026, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, akses menuju kawasan pertanian semakin lancar, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(Izk21)
















