Daerah  

RAPBD Tahun 2025 Rejang Lebong Diajukan Pemda Defisit Rp 204 Milyar

Rejang Lebong- Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2025 dengan defisit Sebesar Rp 201.851.333.590.43. Nota pengantar dibacakan oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Pemerintahan dan Kesra Pranoto Majid mewakili Bupati dihadapan rapat paripurna DPRD Rejang Lebong.

Struktur rancangan APBD Rejang Lebong tahun 2025 yang disampaikan asisten 1 yakni pendapatan daerah sebesar Rp 1.160.233.988.008 terdiri dari a. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 73.297.614.082. b. Pendapatan Transfer Sebesar Rp. 1.070.506.799.719. c. Lain lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 16.429.574.207.
” Untuk belanja daerah kita ajukan sebesar Rp 1.362.085.321.598,43. Belanja daerah ini terdiri dari a. Belanja Oprasi sebesar Rp 858.361.357.470,51. b. Belanja modal sebesar Rp 322.164.433.027,92. c. Belanja tak terduga sebesar Rp 2.000.000.000. d. Belanja transfer sebesar Rp 179.559.531.100. Defisit sebesar Rp 201.851.333.590.43. Didalam RAPBD ini juga terdapat pembiayaan minus sebesar Rp 2.500.000.000 terdiri dari a. Penerimaan pembiayaan Rp 0. b. Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 2.500.000.000. c. Pembiayaan Netto minus sebesar Rp. 2.500.000.000. Dengan demikian pada RAPBD RL tahun anggaran 2025 masih mengalami defisit riil anggaran sebesar Rp 204.351.333.590,43,” ungkap Pranoto.

Disampaikan Pranoto dengan masih adanya defisit anggaran ini menjadi tugas berat bersama antara eksekutif dengan legislatif untuk mengurangi defisit tersebut.

“Untuk mencari tambahan pendapatan lagi rasanya sudah tidak mungkin lagi. Paling kita kurangi belanja bisa dari belanja modal bisa dari belanja oprasional, karena tidak mungkin defisit sebesar itu. Idealnya defisit ini 2 persen walaupun dimungkinkan 3,5 persen. Nanti akan kita rumus kan pada saat pembahasan di Banggar DPRD, “ungkap Pranoto

Pranoto juga menyampaikan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD) tahun 2025, telah ditetapkan tema pembangunan daerah yaitu,”Peningkatan pemerataan infrastruktur dan layanan dasar”.

“Tema ini dijabarkan dalam beberapa program prioritas pembangunan yakni 1. Peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing. 2. Penguatan pelayanan dasar dan pengembangan infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan. 3. Tata kelola pemeeintahan berorientasi pada inovasi dan pelayanan prima. Pengembangan ekonomi berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. 5 Pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja. Untuk mencapai prioritas pembangunan ini perlu koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan,” Pungkas Pranoto

Ketua Sementara DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan menyampaikan terkait defisit anggaran RAPBD tahun 2025 yang diajukan pemda, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan penelusuran penyebab terjadinya defisit anggaran yang terjadi.

“Sekarang ini kan kebanyakan anggota dewan kita masih yang baru baru, kita akan pelajari terlebih dahulu RAPBD yang diajukan dan kita berupaya mencari solusi lebih baik lagi untuk masyarakat Rejang Lebong kata Yayan ( Kifs 366)

Exit mobile version