Rejang Lebong – Puskesmas Beringin Tiga Kecamatan Sindang Kelingi memastikan, masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan tetap mendapatkan layanan kesehatan yang sama, hal ini sebagai bentuk mendukung program Universal Health Coverage (UHC) Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Kepala UPT Puskesmas Beringin Tiga, Juliansyah mengungkapkan, bagi masyarakat yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan membutuhkan layanan rujukan ke tingkat lanjutan atau rumah sakit cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga atau KK, yang nantinya akan dibantu untuk mendapatkan layanan gratis.
“Puskesmas Beringin Tiga mendukung program pemerintah daerah dalam menjalankan program UHC, jadi di Puskesmas Beringin Tiga bagi masyarakat yang belum terdaftar jadi peserta JKN cukup membawa KK dan KTP, jika butuh rujukan ke rumah sakit nanti kita rujuk,” ujar Juliansyah kepada wartawan.

Dia menjelaskan, Puskesmas Beringin Tiga membina masyarakat di 5 desa 1 dan 1 kelurahan meliputi Desa Cahaya Negeri, Desa Tanjung Aur, Desa Belitar Muka, Desa Belitar Seberang, Desa Pelalo dan Kelurahan Beringin Tiga, dengan total penduduk mencapai 12.876 jiwa.
“Puskesmas Beringin Tiga memberikan layanan di dalam gedung dan luar gedung, untuk di luar gedung ada kegiatan Posyandu balita, Posyandu remaja, Posyandu Lansia, pelayanan ibu hamil, serta pelayanan penyakit tidak menular,” ujarnya.
Sedangkan layanan kesehatan di dalam gedung sendiri dia menjelaskan diantaranya layanan gawat darurat di UGD, layanan Poli Umum, layanan laboratorium, layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Selain itu di Puskesmas Beringin Tiga juga terdapat layanan Ultrasonografi atau USG untuk ibu hamil yang sejauh ini sudah dimanfaatkan oleh puluhan ibu hamil.

Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Beringin Tiga, dr. Puspa Mutiara menambahkan, selama ini jumlah masyarakat yang datang ke Puskesmas setiap bulannya rata-rata sebanyak 200 orang dengan berbagai keluhan.
“Setiap bulan rata-rata yang datang berobat 200 an pasien dengan berbagai keluhan, untuk 2 bulan terakhir banyak masyarakat yang mengalami gangguan infeksi saluran pernapasan atau Ispa ringan, dengan gejala batuk pilek, ini kemungkinan akibat perubahan cuaca,” ujarnya.
Selain memberikan layanan kesehatan, pihaknya juga terus mengedukasi dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. (Adv/ Izk21)

















