Menyusuri Perut Bukit, Mengintip “Dapur” PLTA Musi Mengubah Air Menjadi Listrik

Dari Room Control Hingga Intake, Melihat Langsung Proses Pembangkitan Listrik di Balik Perut Bukit

Oleh : Rizki Mardani

Kepahiang, Erasatu.id – Perlahan kendaraan membawa rombongan masuk menyusuri terowongan yang menembus perut bukit sedalam 1,4 Kilometer. Lampu-lampu penerangan berjajar di sepanjang jalur, sementara dinding beton seolah mengapit kendaraan yang terus bergerak menuju bagian dalam kompleks pembangkit.

Hingga akhirnya kendaraan berhenti, pintu terbuka, suara mesin langsung menyambut.

Terowongan menuju ruang mesin turbin PLTA Ujan Mas
Terowongan menuju ruang mesin turbin PLTA Ujan Mas

Dengung turbin terdengar kuat dari dalam ruang pembangkit. Suara tersebut menjadi penanda bahwa rombongan telah tiba di salah satu bagian penting PLTA Musi, tempat energi air dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Pemandangan tersebut dialami langsung sejumlah awak media yang mengikuti kegiatan Media Insight PLN Indonesia Power UBP Bengkulu 2026 di Kabupaten Kepahiang pada Senin (21/09/2026)

Namun, perjalanan menuju “dapur” PLTA Musi itu sebenarnya telah dimulai beberapa jam sebelumnya.

Kegiatan diawali dengan sharing bersama jajaran PLN Indonesia Power UBP Bengkulu serta sahring materi dengan narasumber di ruangan rapat, dalam sesi ini, awak media mendapatkan berbagai informasi mengenai PLN Indonesia Power, termasuk keberadaan PLTA Musi dan perannya dalam sistem kelistrikan.

Pertemuan dalam ruangan antara awak media dengan PLN IP UBP Bengkulu

Suasana kemudian berubah setelah waktu istirahat, salat dan makan (Ishoma).

Selepas Ishoma, rombongan bersiap menuju lokasi pembangkit. Helm keselamatan mulai dikenakan, mobil melaju menuju lokasi.

UL (Unit Layanan) PLTA Musi lokasi pertama kunjungan, disini merupakan Room Control atau ruangan kontrol utama kelistrikan. Sebelum memasuki area kerja, petugas terlebih dahulu memberikan pengarahan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja atau K3, termasuk tata tertib selama berada di lingkungan pembangkit.

Arahan dan petunjuk dari petugas terkait K3 selama kunjungan

Ada area yang boleh dimasuki dan ada pula area yang tidak diperkenankan untuk diakses tamu.

Rombongan juga harus mengikuti jalur yang telah ditentukan dan tetap berada dalam pendampingan petugas.

Tujuannya jelas, karena di dalam kompleks pembangkit terdapat mesin berukuran besar, peralatan mekanikal yang bergerak serta instalasi kelistrikan yang membutuhkan prosedur keselamatan khusus.

Dari pengarahan tersebut, rombongan kemudian memasuki room control.

Di ruangan ini layar dan perangkat pemantauan menjadi pusat perhatian. Berbagai parameter operasi pembangkit dipantau dari ruangan tersebut.

Di sinilah awak media mendapatkan penjelasan lebih jauh mengenai bagaimana pembangkit dikendalikan dan dipantau agar dapat beroperasi sesuai kondisi yang ditentukan.

Sesi tersebut tidak berlangsung satu arah, awak media juga mendapat kesempatan bertanya kepada petugas mengenai proses kerja pembangkit, sistem pengoperasian hingga berbagai hal teknis yang berkaitan dengan PLTA Musi.

Tanya jawab antara awak media dengan petugas Room Control

Dari room control, perjalanan kemudian berlanjut.

Rombongan kembali masuk ke kendaraan dan bergerak menuju bagian lain dari kompleks pembangkit. Terowongan.

Kendaraan perlahan memasuki lorong panjang yang menembus kawasan perbukitan, di sinilah suasana yang sebelumnya hanya terdengar dari penjelasan mulai terlihat secara langsung.

Terowongan tersebut menjadi bagian dari sistem yang menghubungkan berbagai fasilitas dalam pengoperasian PLTA Musi.

Petugas kembali memberikan penjelasan kepada rombongan mengenai fungsi dan keberadaan fasilitas yang dilalui.

ruang mesin turbin, tempat listrik dihasilkan

Bagi awak media, berada di dalam terowongan memberikan gambaran bahwa pembangkitan listrik tenaga air tidak sesederhana air mengalir lalu turbin berputar.

Ada sistem pengaliran dan infrastruktur yang dibangun untuk membawa air dari kawasan hulu menuju fasilitas pembangkit.

Air yang memiliki energi potensial karena berada pada elevasi lebih tinggi kemudian dimanfaatkan melalui sistem pengaliran tersebut.

Energi air inilah yang pada akhirnya digunakan untuk memutar turbin. Dari turbin, energi mekanik diteruskan ke generator hingga menghasilkan energi listrik.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju bagian lain yang tidak kalah penting, Intake.

Di kawasan ini, rombongan melihat lebih dekat bagian dari sistem pengaturan air yang menjadi awal perjalanan air dalam sistem PLTA.

Air dari kawasan hulu masuk bendungan sebelum dialirkan menuju sistem saluran dan selanjutnya menuju bagian pembangkit.

Dengan melihat langsung intake, rangkaian perjalanan air menjadi lebih mudah dipahami, air tidak muncul begitu saja di depan turbin.

Intek PLTA Ujan Mas

Ada perjalanan panjang yang dimulai dari kawasan hulu, masuk melalui intake, kemudian dialirkan melalui sistem yang telah dirancang hingga akhirnya energinya dimanfaatkan untuk memutar turbin.

PLTA Musi sendiri mulai beroperasi pada 2006 dengan tiga unit pembangkit, masing-masing unit memiliki kapasitas sekitar 70 megawatt, sehingga total kapasitas terpasangnya mencapai 210 megawatt.

Namun, sebelum PLTA Musi beroperasi, pemanfaatan tenaga air untuk pembangkitan listrik di Bengkulu telah memiliki sejarah panjang.

Dalam paparan PLN Indonesia Power, PLTA Tes di Kabupaten Lebong dibangun pada era kolonial Hindia Belanda tahun 1920-an.

Saat awal dibangun, pembangkit tersebut memiliki kapasitas sekitar 2 x 0,06 megawatt. Setelah diambil alih PLN pada era 1950-an, kapasitasnya kemudian dikembangkan secara bertahap.

Pada era 1990-an dilakukan penambahan kapasitas sebesar 4 x 4,4 megawatt, kemudian kembali mendapat tambahan 4,4 megawatt pada 2014.

Pengembangan tersebut membuat total kapasitas terpasang PLTA Tes mencapai sekitar 23,32 megawatt, berdasarkan paparan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara PLTA Musi hadir dengan kapasitas yang jauh lebih besar, yakni 210 megawatt.

Bagi awak media, kunjungan lapangan itu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hanya menerima informasi melalui pemaparan.

Istilah seperti intake, room control, turbin, generator dan sistem pengaliran air yang sebelumnya terdengar teknis, kini dapat dilihat secara langsung sebagai bagian-bagian yang saling terhubung.

Dan perjalanan itu juga memperlihatkan bagaimana aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam pengoperasian pembangkit.

Sejak awal memasuki area kerja, setiap tamu harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Penggunaan helm keselamatan, pengarahan K3, pendampingan petugas hingga pembatasan akses menjadi bagian dari standar kunjungan.

Sistem keamanan di lokasi juga cukup ketat. Tamu tidak dapat bergerak bebas ke setiap bagian fasilitas, melainkan harus mengikuti jalur dan arahan petugas.

Hal tersebut berkaitan dengan karakter PLTA sebagai fasilitas pembangkit yang memiliki berbagai peralatan berukuran besar, mesin yang terus beroperasi serta instalasi kelistrikan yang membutuhkan standar keselamatan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, Ariful Bahri mengatakan, kegiatan Media Insight tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus komunikasi dengan awak media.

“Agendanya ini sebenarnya kita silaturahmi dengan kawan-kawan media yang selama ini support kita juga dalam pemberitaan, sehingga ke depan informasi yang disampaikan kawan-kawan media bisa divalidasi untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dengan media diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai aktivitas PLN.

“Kita berharap adanya sinergi, artinya kami juga butuh media juga. Kita ingin masyarakat mendapat informasi yang sebenarnya. Misalnya ada informasi yang tidak valid yang menimbulkan keresahan di masyarakat, itu yang kita khawatirkan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan bersama awak media tersebut akan terus diupayakan agar komunikasi dan silaturahmi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, Plt Ketua PWI Rejang Lebong, Nur Muhammad, mengapresiasi kegiatan Media Insight tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi awak media untuk mengenal lebih dekat PLN Indonesia Power UBP Bengkulu.

Keterbukaan melalui kunjungan langsung juga dinilai memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada wartawan sebelum informasi disampaikan kepada masyarakat.

Sehari mengikuti Media Insight PLN Indonesia Power UBP Bengkulu akhirnya membawa awak media pada sebuah pemahaman sederhana tentang perjalanan panjang listrik sebelum sampai ke rumah-rumah masyarakat.

Dimulai dari perjalanan air dari kawasan hulu masuk melalui intake, dialirkan melalui sistem penyalur air, kemudian energinya dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. Putaran turbin menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.

Dan ketika kembali mengingat suara mesin yang menyambut saat pintu kendaraan pertama kali dibuka, suara itu ternyata bukan sekadar dengungan mesin.

Di balik suara itulah PLTA Musi sedang bekerja – mengubah energi air menjadi listrik yang kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *