Tujuh Alumni SMKN 1 Rejang Lebong Diterima di Schneider Indonesia, Dua Lainnya Masih Berproses

Rejang Lebong, Erasatu – Kualitas lulusan SMKN 1 Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali menunjukkan daya saing di dunia kerja. Setelah sebelumnya berhasil mengantarkan alumni melalui program Ausbildung ke Jerman dan program penempatan kerja ke Jepang, kini tujuh alumni sekolah tersebut telah bekerja di PT. Schneider Indonesia-Cikarang Plant, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sementara dua alumni lainnya masih menjalani proses penerimaan untuk bergabung dengan perusahaan multinasional asal Prancis tersebut.

Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, M.Pd., mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa lulusan sekolah vokasi dari daerah mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan berskala internasional.

“Alhamdulillah, lulusan SMKN 1 Rejang Lebong tidak hanya berhasil bekerja di luar negeri seperti Jerman dan Jepang, tetapi juga mampu menembus perusahaan multinasional asal Prancis, yaitu PT. Schneider Indonesia-Cikarang Plant di Cikarang,” ujar Asep.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses panjang yang dilakukan sekolah dalam membangun kemitraan strategis dengan dunia industri.

Kerja sama tersebut antara lain dilakukan melalui penyelarasan kurikulum bersama PT. Schneider Indonesia-Cikarang Plant, menghadirkan guru tamu dari industri, kunjungan industri oleh manajemen sekolah, pengiriman guru untuk mengikuti program magang industri, hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara sekolah dengan perusahaan.

Setelah berbagai tahapan tersebut dilakukan, kelas industri PT. Schneider Indonesia-Cikarang Plant kemudian resmi dibuka di SMKN 1 Rejang Lebong.

Kelas industri tersebut difokuskan pada kompetensi keahlian Teknik Ketenagalistrikan dan Teknik Elektronika Industri. Melalui program ini, siswa mendapatkan pembelajaran yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia industri.

PT. Schneider Indonesia-Cikarang Plant juga melakukan rekrutmen lulusan sebanyak dua kali dalam setahun bagi alumni yang memenuhi kualifikasi dan standar yang telah ditetapkan perusahaan.

Program kelas industri tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan adanya kerja sama tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan serta lebih siap memasuki dunia industri.

Hingga saat ini, tujuh alumni SMKN 1 Rejang Lebong tercatat telah resmi bekerja di PT Schneider Indonesia-Cikarang Plant. Mereka yakni Muslim Triono, Muhammad Raflly Sanxena, Muhamad Randy Syaputra, Fatkhi Aufa, Rangga Adi Saputra, Kevin Vezandi, dan Muhammad Naufal Alfian.

Sementara dua alumni lainnya, Rama Jatmiko dan Bintang, masih menjalani proses penerimaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., mengapresiasi langkah SMKN 1 Rejang Lebong dalam membangun hubungan langsung dengan dunia industri.

“Saya sangat mengapresiasi program link and match yang dijalankan SMKN 1 Rejang Lebong melalui kelas industri PT Schneider Indonesia-Cikarang Plant. Program ini membuktikan bahwa lulusan SMK mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja dan diterima di perusahaan multinasional,” ujarnya.

Sementara itu, Sumarno dari PT. Schneider Indonesia-Cikarang Plant Bekasi mengatakan SMKN 1 Rejang Lebong menjadi satu-satunya SMK di Provinsi Bengkulu yang saat ini menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut.

“Saat ini terdapat sembilan lulusan yang telah dan sedang berproses untuk bergabung di PT. Schneider Indonesia Cikarang Plant. Tujuh orang sudah bekerja, sementara dua lainnya masih dalam proses. Mereka telah memenuhi seluruh standar dan persyaratan perusahaan,” jelas Sumarno.

Ia mengatakan, secara nasional PT. Schneider Indonesia telah menjalin kerja sama dengan 15 SMK. SMKN 1 Rejang Lebong menjadi salah satu sekolah yang masuk dalam jaringan kerja sama tersebut.

“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang dan membuka lebih banyak peluang karier bagi generasi muda Bengkulu,” katanya.

Keberhasilan tujuh alumni yang telah bekerja dan dua lainnya yang masih berproses tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi dari daerah memiliki peluang untuk menembus pasar kerja nasional, termasuk perusahaan multinasional.

Kolaborasi antara sekolah dan dunia industri juga menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kompetensi yang diperoleh siswa sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.(Izk21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *