Daerah  

Rejang Lebong Dapat Jatah 1.075 Hektare Sawah Baru, Pemerintah Targetkan Jadi Lumbung Pangan Bengkulu

Rejang Lebong – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mulai merealisasikan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digulirkan pemerintah pusat dengan total alokasi lahan mencapai 1.075 hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan luas lahan pertanian produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.

Peluncuran program ditandai dengan dimulainya pencetakan sawah baru seluas 604 hektare di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri.

Menurut Fikri, total lahan yang dialokasikan untuk Rejang Lebong akan dikerjakan secara bertahap. Selain di Desa Tanjung Gelang, pengembangan sawah baru juga akan dilakukan di beberapa wilayah lain, yakni Desa Lubuk Mumpo di Kecamatan Kota Padang, Desa Suka Merindu di Kecamatan Sindang Beliti Ilir, serta Desa Belumai II di Kecamatan Padang Ulak Tanding, proses pencetakan sendiri melibatkan TNI yakni dari Kodim 0409/ Rejang Lebong.

Ia menilai program tersebut menjadi peluang besar bagi Rejang Lebong untuk meningkatkan produksi pangan daerah dan memperkuat posisi sebagai salah satu sentra pertanian di Provinsi Bengkulu.

“Dengan bertambahnya areal persawahan, kami berharap Rejang Lebong dapat menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama di Bengkulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, menjelaskan bahwa program cetak sawah di Rejang Lebong merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pertanian yang dialokasikan untuk Provinsi Bengkulu seluas 2.200 hektare.

Dari total luasan tersebut, Rejang Lebong memperoleh porsi terbesar, yakni 1.075 hektare. Sisanya tersebar di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kabupaten Seluma.

Menurut Rosmala, lahan yang dicetak merupakan lahan sawah baru di luar data Luas Baku Sawah (LBS) yang telah tercatat sebelumnya. Dengan demikian, program ini akan menambah luas lahan pertanian resmi sekaligus meningkatkan potensi produksi padi di masa mendatang.

Ia menegaskan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada tahun 2025 agar lahan tersebut dapat segera ditanami dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi yang tercatat dalam statistik pertanian nasional.

Program ini juga mendapat dukungan anggaran yang cukup besar dari pemerintah pusat. Dana yang dikucurkan mencapai lebih dari Rp50 miliar yang digunakan untuk pembangunan fisik, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, hingga pendampingan kepada kelompok tani.

Selain pembangunan lahan, pemerintah juga menyiapkan pembentukan brigade pangan sebagai kelembagaan pendukung yang akan membantu pengelolaan dan pengembangan kawasan sawah baru tersebut.

Berbagai alat dan mesin pertanian modern juga akan disalurkan untuk mendukung produktivitas petani, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, cultivator, hingga teknologi pertanian berbasis drone.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, luas baku sawah di daerah itu saat ini tercatat sekitar 3.567,29 hektare. Jika seluruh program cetak sawah seluas 1.075 hektare terealisasi, maka luas lahan pertanian sawah di daerah tersebut akan bertambah signifikan dan diharapkan mampu meningkatkan produksi beras serta memperkuat ketahanan pangan daerah. (Izk21)

Exit mobile version