Rejang Lebong, Erasatu – Semangat persatuan dan kebangsaan menggema dalam kegiatan Tablig Akbar dan Doa Bersama yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rejang Lebong. Kegiatan yang mengusung tema Memperkuat Spirit Keislaman, Kebangsaan, dan Persatuan untuk Indonesia Maju dan Berkeadilan tersebut menjadi ajang konsolidasi mahasiswa dan pemuda untuk memperkokoh persatuan di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang saat ini.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan 4 Organisasi Kepemudaan (OKP), 5 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta sekitar 80 organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Rejang Lebong.
Ketua Umum HMI Cabang Rejang Lebong, Fikri Anandi, menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi secara dewasa dan tidak dijadikan alasan untuk menciptakan perpecahan.
“Indonesia saat ini membutuhkan energi persatuan. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersamaan dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Fikri.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang dialog dan konsolidasi lintas organisasi mahasiswa serta kepemudaan untuk menyamakan visi dalam mendukung pembangunan bangsa.
“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat sinergi antar mahasiswa dan pemuda. Perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu demi kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
Fikri juga menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Karena itu, generasi muda diminta lebih kritis dan selektif dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi.
“Jangan mudah terpancing oleh isu atau narasi yang belum jelas kebenarannya. Generasi muda harus mampu menjadi penyejuk dan penjaga persatuan, bukan justru ikut memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Menurutnya, nilai-nilai keislaman yang mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan saling menghormati harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat kebangsaan yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Indonesia, serta harapan agar persatuan dan keharmonisan masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa ke depan.(*)
