Rejang Lebong – Kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang digelar dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 oleh Kodim 0409/Rejang Lebong berlangsung di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara.
Kegiatan ini menjadi salah satu sasaran nonfisik dalam pelaksanaan TMMD, yang tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan mental, karakter, serta nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada melalui Plh Pasiter Kodim 0409/Rejang Lebong Kapten Inf Tasmi Basiroroni menyampaikan bahwa pembekalan wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan program TMMD secara menyeluruh.
Menurutnya, pembangunan fisik yang dilakukan TNI melalui TMMD harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam memperkuat rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan kesadaran bela negara.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin kembali menanamkan nilai-nilai nasionalisme, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Tasmi.
Ia menambahkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi global, masyarakat perlu memiliki ketahanan ideologi dan wawasan kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun paham-paham yang dapat memecah belah persatuan.
“Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi penguatan ideologi Pancasila, pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban lingkungan,” Imbuhnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ancaman nonmiliter yang dapat mengganggu ketahanan nasional, termasuk penyalahgunaan media sosial, hoaks, serta radikalisme yang berkembang melalui platform digital.
Kegiatan Wasbang ini diikuti oleh warga Desa Seguring yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, dengan sejumlah warga mengajukan pertanyaan terkait peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.
Tidak hanya masyarakat setempat, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah itu. Kehadiran mahasiswa dinilai turut memperkuat kolaborasi antara TNI, masyarakat, dan kalangan akademisi dalam membangun desa.
Tasmi menegaskan, TMMD bukan sekadar program pembangunan jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya. Lebih dari itu, TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa secara menyeluruh.
Dengan adanya pembekalan wawasan kebangsaan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Izk21)
