Rejang Lebong – Meski telah dilelang sejak tahun 2021 lalu, namun hingga saat ini pembangunan jalan lingkungan Perumahan Jalatri Kelurahan Talang Rimbo Lama Kecamatan Curup Tengah tak kunjung dilaksanakan.
Tak kunjung direalisasikannya pembangunan jalan tersebut menimbulkan pertanyaan kalangan warga, pasalnya pembangunan jalan itu sudah dilelang oleh Pemkab Rejang Lebong melalui LPSE.
Dalam laman website resmi LPSE, http://lpse.rejanglebongkab.go.id. tertuliskan Pembangunan Jalan Lingkungan BTN Jalatari Jl. Padat Karya RT. 1 / RW. 4 dengan satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai Rp. 382.033.249,-. Pemenangnya adalah CV Adi Setia Brother yang beralamat di Jalan Diponogoro Gg Bima nomor 06 Curup.
“Kami mempertanyakan pembangunan jalan kami ini, karena kami lihat di LPSE Rejang Lebong sudah tayang dan sudah ada pemenangnya ditahun 2021 lalu, tetapi sampai sekarang tidak ada pembangunannya,” ujar Endang Sudirman (54) salah satu warga.
Dia mengatakan, pasca ditertbitkannya proses lelang pembangunan jalan tersebut, kalangan warga sekitar merasa senang karena jalan dikomplek mereka akan diperbaiki, namun nyatanya pasca selesai proses lelang jalan tersebut tak kunjung dikerjakan.
Jalan tersebut menurutnya kondisinya sudah rusak parah, tak sedikit pengendara sepeda motor yang tergelincir karena jalan rusak parah.
“Kami sudah sangat mengharapkan dan menanti pembangunan jalan di komplek kami ini, karena sudah banyak warga yang terjatuh dari motor karena jalan yang rusak,” imbuhnya.
Agar bisa m3ndapatkan jalan yang mulus, warga setempat sudah tiga kali mengajukan proposal pembangunan, baik ke pengembang perumahan maupun ke Pemkab Rejang Lebong.
“Kalau pengukuran jalan kami ini sudah beberapa kali dilakukan, hanya saja sampai sekarang belum pernah dilakukan pembangunan,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan Agus Aliang, pihaknya mengharapkan kejelasan pembangunan jalan tersebut mengingat proses lelang selesai dilakukan.
“Tentunya kami ingin tahu, kenapa proyek yang jelas-jelas sudah ditayangkan dan ada pemenangnya ditahun 2021 lalu belum juga ada pembangunannya sedangkan sekarang sudah tahun 2022,” harap Aliong (Era1)
