Rejang Lebong – Program pencetakan sawah baru seluas 604 hektare di Kabupaten Rejang Lebong yang dibiayai pemerintah pusat telah selesai dikerjakan. Saat ini pemerintah daerah tengah memfokuskan pekerjaan pada penyediaan sarana pengairan agar lahan tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk budidaya padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Ripai, mengatakan progres fisik program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahap pertama yang melibatkan Kodim 0409/ Rejang Lebong ini telah mencapai 100 persen.
Menurut dia, tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah penyediaan pasokan air, khususnya untuk areal sawah baru yang berada di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang.
“Pekerjaan cetak sawah sudah selesai seluruhnya. Saat ini yang sedang dikejar adalah pemasangan jaringan pipa dari sumber mata air menuju lokasi sawah baru,” kata Suradi
Program CSR yang digulirkan pemerintah pusat menargetkan pengembangan lahan sawah baru seluas 1.075 hektare di Kabupaten Rejang Lebong. Namun pada tahap awal, realisasi pekerjaan dilakukan pada area seluas 604 hektare yang tersebar di Desa Tanjung Gelang dan Desa Sukarami.
Dari total luasan tersebut, sekitar 587,3 hektare berada di Desa Tanjung Gelang, sementara 16,7 hektare lainnya berada di Desa Sukarami.
Suradi menjelaskan kondisi kedua lokasi saat ini berbeda. Lahan sawah baru di Desa Sukarami telah memperoleh suplai air dari aliran sungai sehingga pengolahan lahan mulai dilakukan. Sebaliknya, lahan di Desa Tanjung Gelang masih menunggu penyelesaian pembangunan jaringan pipa sepanjang sekitar 2,8 kilometer yang akan mengalirkan air dari kawasan Bukit Balai Rejang.
Untuk areal sawah baru di Desa Sukarami, pemerintah menargetkan penanaman perdana dapat dilakukan secara serentak pada akhir Desember 2025. Kesiapan tersebut didukung oleh bantuan benih, pupuk, hingga sarana produksi pertanian yang telah disiapkan pemerintah pusat.
“Lahan di Sukarami memiliki potensi yang baik untuk pengembangan tanaman padi. Selama ini kendala utamanya hanya ketersediaan air, dan sekarang mulai teratasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Rejang Lebong menjadi salah satu daerah penerima program Cetak Sawah Rakyat dengan total alokasi 1.075 hektare. Dari jumlah tersebut, baru 604 hektare yang dapat direalisasikan pada tahap pertama, sedangkan sisa lahan direncanakan akan dikerjakan pada tahap lanjutan. (Izk21)
