KEPAHIANG – Memasuki tahun baru 2025, dua agen penyalur gas LPG di Kabupaten Kepahiang memadtikan stok aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah itu, yakni Agen gas PT Mitranda Kerotama Abadi dan PT Meriani Betuah Sejahtera.
Kedua agen penyalur gas ini menaungi puluhan pangkalan, PT Mitranda Kerotama Abadi menaungi 93 pangkalan, dan PT Meriani Betuah Sejahtera mengelola 85 pangkalan. Pangkalan-pangkalan ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kepahiang untuk memastikan distribusi gas elpiji 3 kg dapat menjangkau seluruh masyarakat.
Neri Marleta perwakilan kedua agen gas LPG menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan LPG 3 kilogram di tiap pangkalan, salah satunya dengan rurin mengecek ke pangkalan secara langsung.
“Kami berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dan memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pasokan,kita bahkan rutin melakukan sidak dan pengecekan ke pangkalan bersama Disperindag” ujar Neri kepada wartawan.
Dalam pengecekan tersebut pihaknya juga memastikan jika harga gas Elpiji 3 kg yang dijual di pangkalan-pangkalan tetap sesuai dengan harga ecern tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, ini dilakukan untuk menghindari praktik penjualan gas elpiji dengan harga yang lebih tinggi dari ketentuan, serta memastikan masyarakat dapat memperoleh gas elpiji dengan harga yang wajar.
“Dengan upaya ini, diharapkan kebutuhan masyarakat akan gas elpiji 3 kg dapat tercukupi dengan baik, tanpa adanya kendala harga atau ketersediaan,”jelas Neri.
Selain itu, disampaikan pihak agen lainnya, Indah mengatakan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh pangkalan yang ada. Tujuannya agar penyaluran gas elpiji subsidi memang tepat sasaran tanpa adanya penyalahgunaan oleh oknum-oknum tertentu. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi penimbunan yang bisa menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga.
“Tentu kita pantau juga, kita disini memastikan ketersediaan gas elpiji di Kepahiang aman hingga Tahun Baru nanti,”tutup Indah.
Sementara, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, UKM, dan Koperasi Kabupaten Kepahiang, Abdullah mengatakan pihaknya sebelum momen Natal dan Tahun Baru 2025 ini telah melakukan pemeriksaan dan pengawasan ke pangkalan-pangkalan yang ada di wilayah itu.
“Dan setelah kami melakukan pengawasan, kami tidak menemukan ada yang kurang. Semuanya pas di angka yang pas,”Abdullah.
Abdullah menambahkan, untuk tabung gas elpiji 3 kilogram, gas penuh akan memiliki berat 8 kilogram. 3 kilogram isi gas, dan 5 kilogram berat tabung. Jika isinya kurang dari 8 kilogram, maka dipastikan ada kecurangan, dan isinya telah dikurangi penjual.
“Ada toleransi, misalnya beratnya hanya 7,99 kilogram. Itu masih kita toleransi,” demikian Abdullah.(Izk21)
