Rejang Lebong, Erasatu – Secara administratif, persoalan pemerataan listrik di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, boleh dibilang telah mencapai titik penting. Seluruh desa dan kelurahan di daerah ini kini tercatat sudah mendapatkan akses listrik.
Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya berarti seluruh permukiman masyarakat telah menikmati layanan kelistrikan secara optimal.
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Curup masih menghadapi tantangan untuk menjangkau sejumlah dusun yang berada di kawasan dengan akses geografis sulit. Salah satunya Dusun Palembang Kecil, Kecamatan Sindang Beliti Ulu.
Manager PLN ULP Curup Novian Parlindo Putra mengatakan, secara keseluruhan jaringan listrik telah menjangkau 122 desa dan 34 kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong.
“Seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong saat ini telah 100 persen mendapatkan akses listrik sejak beberapa tahun terakhir,” kata Novian usai melakukan audiensi di Kantor Bupati Rejang Lebong, Selasa.
Menurutnya, tantangan PLN kini bukan lagi sekadar mengejar angka cakupan desa dan kelurahan, tetapi memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau juga memperoleh akses kelistrikan secara optimal.
Dusun Palembang Kecil menjadi salah satu kawasan yang masih menghadapi kendala tersebut. Kondisi geografis dan sulitnya akses menuju lokasi menjadi faktor yang membuat pengembangan jaringan listrik ke kawasan itu membutuhkan penanganan khusus.
Meski demikian, PLN ULP Curup optimistis perluasan jaringan menuju kawasan permukiman dan dusun yang belum terjangkau secara optimal dapat dituntaskan tahun ini.
Novian menyebut dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat perluasan jaringan listrik ke wilayah-wilayah tersebut.
Di sisi lain, keberadaan PLN di Rejang Lebong juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui Pajak Penerangan Jalan (PPJ).
Pajak tersebut dipungut dari pelanggan listrik dan kemudian disetorkan ke kas daerah. Besarannya sekitar 10 persen dari total tagihan listrik pelanggan.
Plt. Bupati Rejang Lebong Hendri Praja mengatakan pemerintah daerah menyambut baik sinergi dengan PLN, terutama dalam upaya memperluas pelayanan listrik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Menurutnya, akses listrik bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan dan pembangunan masyarakat di wilayah pelosok.
Pemkab Rejang Lebong, kata Hendri, berkomitmen mendukung langkah PLN dalam memperluas jaringan listrik ke kawasan yang masih mengalami keterbatasan akses.
“Pemkab Rejang Lebong juga berkomitmen mendukung berbagai upaya PLN dalam memperluas akses listrik hingga ke wilayah yang belum terjangkau secara optimal,” kata Hendri.
Dengan cakupan 156 desa dan kelurahan yang telah teraliri listrik, pekerjaan berikutnya bagi PLN dan pemerintah daerah adalah memastikan tidak ada lagi masyarakat di pelosok Rejang Lebong yang tertinggal dalam mendapatkan akses energi listrik.(Izk21)
