Rejang Lebong, Erasatu.id — Jalan kabupaten di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, rusak parah dan hingga kini belum mendapat perbaikan permanen dari pemerintah.
Kerusakan jalan tersebut telah terjadi sejak satu terakhir diduga akibat dilalui alat berat. Kondisi badan jalan dipenuhi lubang dan permukaan yang bergelombang sehingga menyulitkan pengendara yang melintas, terlebih ketika hujan turun.
Lantaran tak kunjung diperbaiki, masyarakat justru mengambil inisiatif sendiri. Warga mengumpulkan dana secara patungan untuk memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak.
Perbaikan dilakukan dengan pengecoran beton secara swadaya sepanjang lebih dari 30 meter.
Kepala Desa Tanjung Gelang, Sus Budaya, mengatakan jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat. Jalan digunakan warga untuk berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk akses anak-anak menuju sekolah dan jalur pengangkutan hasil pertanian.
“Jalan ini jalan kabupaten dan sudah lama rusak. Kalau tidak dibenahi, kerusakannya akan semakin bertambah,” kata Sus Budaya, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, kondisi jalan semakin parah setelah alat berat melintasi kawasan tersebut pada tahun lalu. Sejak saat itu, kerusakan terus memburuk hingga membuat sejumlah titik jalan sulit dilalui.
“Rusak parah, banyak lubang besar dan bergelombang,” imbuhnya.
Kondisi tersebut membuat warga tidak ingin terus menunggu. Dengan kemampuan seadanya, masyarakat memilih memperbaiki sebagian badan jalan secara mandiri karena akses tersebut tidak mungkin dibiarkan semakin rusak.
“Ini akses vital, pusat jalan. Anak-anak sekolah lewat sini, hasil tani juga lewat sini. Jadi masyarakat berinisiatif memperbaikinya secara swadaya,” kata Sus.
Kerusakan jalan bukan hanya mengganggu mobilitas. Menurut pemerintah desa, sejumlah pengendara roda dua juga pernah terjatuh akibat masuk ke lubang jalan.
Bahkan, anak-anak sekolah disebut menjadi salah satu kelompok yang cukup rentan mengalami kecelakaan ketika melintasi jalan tersebut.
“Ada beberapa anak yang terjatuh karena masuk lubang, jadi makanya kita perbaiki secara swadaya,” ujarnya.
Kekhawatiran warga semakin besar ketika memasuki musim penghujan. Air yang menggenangi badan jalan membuat lubang sulit terlihat oleh pengendara.
Salah seorang warga, Ahmad, mengatakan kondisi tersebut sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Kalau hujan, lubangnya tertutup air. Pengendara jadi tidak tahu ada lubang di bawahnya, sehingga berbahaya,” kata Ahmad.
Warga menilai perbaikan swadaya hanya menjadi solusi sementara. Mereka tetap berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut secara permanen.
Apalagi, jalan tersebut merupakan jalur penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Warga juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan yang disebut mengalami kerusakan setelah sebelumnya dilalui alat berat dalam kegiatan pemerintah.
“Semoga diperbaiki nanti sama Pemkab, karena rusaknya ini kemarin setelah dilalui alat berat,” tutup warga.(Izk21)
