Rejang Lebong – Puluhan hektar lahan persawahan di Kecamatan Bermani Ulu (BU) kerap menjadi langganan terendam banjir saat hujan deras tiba.
Bencana banjir sendiri terjadi akibat luapan air sungai yang mengaliri areal persawahan petani.
Kondisi itu mendapatkan perhatian dari Komisi II DPRD Rejang Lebong dan juga Dinas Pertanian dan Perikanan yang turun langsung meninjau areal persawahan yang terdampak banjir, Selasa (14/3/2023).
Ketua Komisi II, H. Wahono, didampingi Wakil Ketua Komisi II, Putra Mas Wigoro dan Anggota Komisi, Ngadiono mengungkapkan, pihaknya turun langsung ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi areal persawahan guna mencari solusi.
“Kita menindak lanjuti keluhan petani di 3 Desa yaitu Desa Air pikat ,Desa Tebat Tenong Dalam dan Desa Tebat Pulau yang lahan sawahnya terendam air setiap musim hujan tiba. Kita coba mencari solusinya bersama pihak terkait,” kata Wahono.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalisir banjir, hilir sungai yang mengaliri areal persawahan akan dilakukan pengerukkan
“Komisi II DPRD akan terus mengawal prosesnya tentunya bekerjasama dengan OPD terkait,” pungkasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi II Putra Mas Wigoro menambahkan, pengerukkan daerah aliran sungai memang menjadi solusi terbaik untuk mengatasi banjir, terlebih saliran sungai tersebut mengalami pendangkalan..
“Solusinya memang harus dilakukan pengerukan, sehingga sedimen di sungai itu bisa diangkat dan debit airnya tidak sampai meluap saat hujan deras,” ujar Putra Mas
Dalam peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, Kepala BPBD Rejang Lebong, Dinas PUPRPKP serta Camat Bermani Ulu. (Izk21)
