Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, menggelar apel perdana pasca-kepulangannya dari retret di Akmil Magelang. Apel tersebut berlangsung pada Senin, 3 Maret 2024, sekitar pukul 08.00 WIB di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam amanatnya, Bupati menekankan pentingnya profesionalisme kerja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Rejang Lebong. Ia mengingatkan bahwa ASN harus bekerja dengan mengutamakan kepentingan rakyat dan mendukung visi-misi kepala daerah.
“Tidak ada visi-misi kepala OPD, yang ada hanya visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, yakni Bantu Rakyat,” tegasnya.
Bupati juga memberikan ultimatum kepada para ASN agar menunjukkan kinerja optimal selama bulan Ramadan ini. Jika tidak mampu menyesuaikan diri dengan program kerja daerah, rotasi jabatan bisa saja terjadi setelah lebaran.
Selain menuntut profesionalisme ASN, Bupati Fikri Thobari juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pegawai. Menurutnya, kesejahteraan ASN harus diperhatikan agar selaras dengan tuntutan kinerja yang lebih baik.
Sebagai bagian dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai efisiensi anggaran, Bupati menegaskan akan memangkas pengeluaran yang kurang mendesak, seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial. Salah satu kebijakan yang diambil adalah mengalihkan anggaran pengadaan mobil dinas tahun 2024 untuk pembangunan infrastruktur.
“Tahun ini, kami belum bisa menolak atau menerima pengadaan yang telah dianggarkan sebelum pelantikan. Namun, setelah resmi menjabat, kami sepakat untuk mengalihkannya ke pembangunan infrastruktur,” ujar Bupati Fikri Thobari.
Ke depan, ia akan meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat untuk memberikan masukan terkait program yang bisa mendukung 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berupaya mewujudkan pemerintahan yang lebih efisien, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. ASN dituntut bekerja optimal, sementara anggaran difokuskan pada program prioritas yang langsung berdampak pada kesejahteraan rakyat.(Adv/Izk21)
