Daerah  

Langkah Senyap Di Balik Stabilitas Harga

Langkah Sunyi Unit Tipidter Polres Rejang Lebong Menjaga Rantai Distribusi Pangan

Oleh : Rizki Mardani

Rutinitas pagi di Pasardi Kabupaten Rejang Lebong tetap seperti biasa, kendaraan pengangkut bahan pokok mulai berdatangan. Karung-karung beras diturunkan dari bak mobil, peti berisi cabai,  tomat dan beragam komoditi pertanian berpindah tangan mengisi lapak para pedagang. Di sisi lain, pembeli mulai memenuhi lorong-lorong pasar, mencari kebutuhan untuk satu atau dua hari ke depan.

Bagi masyarakat, pasar adalah tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka datang dengan harapan sederhana; barang tersedia, harga masih bisa dijangkau, dan pasokan tidak terganggu. Namun, sedikit yang menyadari bahwa di balik lancarnya aktivitas itu, ada banyak pihak yang bekerja agar rantai distribusi tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Di tengah kesibukan pasar pagi itu, beberapa orang Polisi tanpa seragam menyusuri kios demi kios, lorong demi lorong. Mereka tidak datang membawa suasana yang menegangkan. Tidak ada penggerebekan ataupun pemasangan garis polisi.Yang terlihat justru percakapan dengan pedagang, pengecekan stok barang, mencatat perkembangan harga, hingga mendengarkan langsung kondisi distribusi dari para pelaku usaha. Mereka merupakan personel Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Rejang Lebong.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari tugas yang jarang diketahui masyarakat, Selama ini Unit Tipidter lebih dikenal ketika menangani kasus-kasus tindak pidana di bidang perdagangan atau perlindungan konsumen. Padahal, di balik fungsi penegakan hukum, terdapat pekerjaan lain yang tidak kalah penting, yakni melakukan pengawasan sebagai langkah pencegahan agar distribusi bahan pokok tetap berjalan dengan baik.

Bagi Kepolisian, menjaga stabilitas pangan bukan hanya soal menindak pelanggaran. Menjaga agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan aman juga merupakan bagian dari pelayanan.

Di salah satu sudut pasar, Ratna (54) tampak sibuk melayani pembeli. Perempuan yang telah puluhan tahun berjualan beras itu sesekali menghentikan aktivitasnya ketika petugas menghampiri kiosnya.

Petugas menanyakan kondisi stok beras, harga jual, hingga pasokan yang diterima beberapa hari terakhir. Ratna menjawab satu per satu sambil sesekali membuka buku catatan sederhana yang berisi jumlah barang yang masuk dan keluar.

“Kalau sekarang stok masih aman. Barang tetap masuk, harga juga aman,” katanya.

Menurut Ratna, kehadiran petugas yang rutin memantau kondisi pasar memberi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan situasi yang mereka hadapi secara langsung. Bukan hanya soal harga, tetapi juga mengenai distribusi barang apabila sewaktu-waktu mengalami hambatan.

Kondisi di lapangan seperti itulah yang menjadi perhatian Unit Tipidter.

Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, Iptu Muhamad Akhyar Anugerah, menjelaskan, pengawasan terhadap kebutuhan pokok merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menurutnya, Kepolisian tidak hanya hadir ketika sebuah pelanggaran sudah terjadi. Langkah-langkah preventif justru menjadi bagian penting agar potensi gangguan terhadap distribusi maupun ketersediaan bahan pokok dapat diketahui lebih awal.

“Masyarakat tentu berharap kebutuhan pokok selalu tersedia dengan harga yang wajar. Karena itu kami melakukan pengawasan terhadap distribusi dan peredaran komoditas strategis. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami akan mengambil langkah sesuai ketentuan. Namun yang paling utama adalah mencegah agar persoalan tidak berkembang dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Pengawasan yang dilakukan tidak terbatas pada satu jenis komoditas saja. Beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, sayuran, hingga LPG bersubsidi menjadi bagian dari komoditas yang dipantau secara berkala.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Rejang Lebong, Ipda Agus Mengku Haryono, mengatakan pemantauan lapangan memberikan gambaran yang tidak selalu bisa diperoleh dari laporan administrasi.

Saat berdialog dengan pedagang, misalnya, petugas dapat mengetahui apakah distribusi berjalan lancar, apakah terjadi keterlambatan pasokan, atau apakah ada komoditas tertentu yang mulai mengalami kenaikan harga akibat berkurangnya stok.

“Kami lebih banyak mendengar kondisi di lapangan. Pedagang adalah pihak yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga informasi dari mereka sangat penting. Dari situ kami dapat memetakan kondisi distribusi dan melakukan koordinasi apabila ditemukan kendala,” jelas Agus.

Namun pengawasan tersebut bukan pekerjaan yang dilakukan sendiri oleh kepolisian. Dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Unit Tipidter juga menjadi bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Rejang Lebong. Bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan instansi terkait, mereka secara rutin turun ke pasar tradisional, distributor, gudang penyimpanan, hingga pangkalan LPG untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Kerja bersama itu menjadi penting karena persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan hukum, tetapi juga menyangkut distribusi, pasokan, kebijakan pemerintah, hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Sopan Wahyudi, mengatakan keberadaan TPID menjadi wadah koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga.

“Setiap instansi memiliki peran masing-masing. Pemerintah daerah memantau perkembangan harga dan stok, dinas teknis melihat kondisi distribusi, sedangkan kepolisian memberikan dukungan melalui pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan yang bisa mengganggu stabilitas pasar. Dengan bekerja bersama, langkah yang diambil menjadi lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurut Sopan, pemantauan tidak hanya dilakukan ketika harga mengalami kenaikan. Kegiatan rutin justru menjadi langkah antisipasi untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat gejala yang berpotensi memengaruhi inflasi daerah.

Bagi masyarakat, hasil kerja tersebut mungkin tidak selalu tampak secara langsung.

Sri Rizki Ayu Wulandari (34), warga Talang Rimbo Lama Kecamatan Curup Tengah, mengaku hampir setiap pekan berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Atas Curup. Baginya, yang terpenting bukan sekadar harga murah, tetapi ketersediaan barang.

“Kalau belanja tentu berharap barangnya lengkap. Harga kadang memang naik turun, tetapi selama masih tersedia dan tidak melonjak terlalu tinggi, masyarakat masih bisa menyesuaikan,” katanya.

Pernyataan Ayu menggambarkan harapan sederhana masyarakat. Mereka tidak selalu mengetahui bagaimana rantai distribusi bekerja atau siapa saja yang terlibat dalam menjaganya. Yang mereka rasakan hanyalah ketika kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar dan dapat dibeli tanpa kesulitan.

Di balik kondisi yang terlihat sederhana itu, terdapat proses panjang yang melibatkan banyak pihak secara senyap. Pedagang menjaga ketersediaan stok di kiosnya. Distributor memastikan barang tiba tepat waktu. Pemerintah daerah memantau perkembangan harga dan pasokan. Sementara Unit Tipidter menjalankan fungsi pengawasan agar distribusi berlangsung sesuai ketentuan dan potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Menjelang siang, aktivitas pasar kembali berjalan seperti biasa. Pembeli masih hilir mudik membawa kantong belanja. Pedagang sibuk melayani pelanggan. Truk pengangkut mulai meninggalkan area pasar setelah menurunkan muatannya.

Di saat sebagian orang menganggap pasar hanya sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, sesungguhnya ada kerja-kerja yang berlangsung tanpa banyak sorotan. Kerja itu tidak selalu menghasilkan berita besar atau pengungkapan kasus. Namun justru dari langkah-langkah kecil seperti memantau stok, mendengarkan pedagang, dan membangun koordinasi lintas instansi, stabilitas pangan daerah dapat terus dijaga.

Ketahanan pangan pada akhirnya bukan hanya tentang banyaknya hasil panen atau melimpahnya persediaan di gudang. Ketahanan pangan juga lahir dari kepastian bahwa setiap mata rantai distribusi berjalan dengan baik, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan keluarganya dengan tenang. Di situlah Unit Tipidter Polres Rejang Lebong menjalankan perannya—bekerja dalam senyap, tetapi menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Exit mobile version