Rejang Lebong – Harapan besar disematkan Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata di akhir tahun. Meski hingga Oktober 2025 realisasi baru mencapai sekitar 60 persen, pemerintah daerah optimis sisa target bisa dikejar saat momentum libur Natal dan Tahun Baru.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata, pemasukan dari tiga objek wisata unggulan baru menyentuh angka kurang lebih Rp162 juta. Padahal target PAD tahun ini ditetapkan Rp270 juta, sehingga sedikitnya masih ada sekitar Rp100 juta lagi yang harus dikejar dalam dua bulan ke depan.
“Kami optimis capaian PAD dapat terpenuhi. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, libur Nataru selalu menjadi puncak kunjungan wisata ke Rejang Lebong,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan.
Dinas Pariwisata terus menyusun langkah percepatan, mulai dari intensifikasi promosi wisata, meningkatkan fasilitas, hingga menggandeng pelaku usaha dan komunitas untuk menarik lebih banyak wisatawan. Agenda kegiatan dan event di kawasan wisata juga tengah disiapkan guna menghidupkan kembali geliat pariwisata daerah.
Riki menegaskan, ketiga objek wisata yang saat ini menjadi sumber PAD memiliki kekuatan daya tarik masing-masing. Danau Mas Harun Bastari dikenal dengan panorama danau dan pegunungannya. Suban Air Panas memberikan sensasi berendam di sumber air panas alami yang menjadi favorit wisata keluarga. Sementara villa eks Balai Diklat sering dimanfaatkan untuk kegiatan pelatihan dan pertemuan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.
“Kami juga akan memperkuat sinergi dengan pihak swasta dan masyarakat sekitar agar pengelolaan kawasan wisata lebih produktif dan berdampak pada perekonomian lokal,” tambahnya.
Dari sisi legislatif, Sekretaris Komisi II DPRD Rejang Lebong Putra Mas Wigoro memberikan perhatian khusus terhadap capaian PAD sektor ini, dia meminta Dinas Pariwisata melakukan pengawasan lebih ketat pada pengelolaan tiga objek wisata tersebut.
Ia juga menilai perlu adanya uji petik di lapangan untuk memastikan pendapatan yang tercatat sesuai dengan realita. Khusus kawasan villa eks Balai Diklat, Putra menyebut masih harus dibenahi agar lebih menarik bagi pengunjung. Sebaliknya, Danau Mas Harun Bastari dinilai memiliki potensi PAD yang jauh lebih besar dari target yang ditetapkan saat ini.
“Perlu evaluasi menyeluruh agar potensi yang besar ini tidak disia-siakan dan PAD wisata dapat dipungut maksimal,” tutupnya.(Izk21)
