Rejang Lebong – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Bengkulu, Erfan mengapresiasi program-program yang dilakukan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup.
Lembaga pemasyarakatan Kelas IIA Curup saat ini menjalankan berbagai program untuk para warga binaan mulai dari program pelatihan kemandirian, program kerohanian hingga program pelayanan terpandu.
Program-program yang dijalankan khususnya program pelatihan kemandirian mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Bengkulu, Erfan.
Menurutnya banyak pelatihan atau keterampilan kewirausahaan yang diberikan Lapas Curup kepada warga binaan, salah satunya budidaya jamur tiram, menurutnya keterampilan tersebut sangat berguna bagi warga binaan sebagai bekal usai menjalani masa hukuman nantinya.
“Saya sangat mengapresiasi sekali terkait dengan kegiatan-kegiatan warga binaan Lapas Curup, ini luar biasa, sebelumnya saya pernah kesini, perubahannya luar biasa sekali,banyak sekali keterampilan-keterampilan yang diberikan,” kata Erfan disela kunjungannya ke Lapas Kelas IIA Curup, Kamis (8/9/2022).
Melalui program pelatihan tersebut, menurutnya para warga binaan dapat memanfaatkan waktu yang baik untuk menempa diri lebih baik, sehingga tidak ada waktu yang sia-sia.
“Selain itu kegiatan lain seperti kerohanian seperti mengaji dan sebagainya juga dilakukan, sehingga disamping kemampuan secara fisik, secara batiniah mereka juga diberikan pemahaman, sehingga tidak pemikiran mereka untuk berbuat yang macam-macam,” imbuhnya.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Curup, Bambang Wijanarko menambahkan, saat ini Lapas Kelas IIA Curup telah menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari berbagai usaha para warga binaan, bahkan PNBP yang terhimpun telah mencapai target.
“Alhamdulilah untuk PNBP yang ditargetkan Dirjen Pemasyarakatan sebesar Rp 20 juta, saat ini memasuki bulan September sudah mencapai 100 persen, mudah-mudahan kedepan dapat ditingkatkan dengan adanya kegiatan yang banyak di Lapas,” pungkasnya.(Era1)
