Rejang Lebong – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi I DPRD Rejang Lebong ke dapur pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Teladan, Pasar Hewan, tidak berjalan mulus. Rombongan dewan yang dipimpin langsung Ketua Komisi I, Hidayatullah, tidak diperkenankan masuk ke area dapur oleh pihak pengelola.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait keterbukaan program MBG yang digadang-gadang sebagai salah satu program strategis dalam mendukung pemenuhan gizi pelajar di Kabupaten Rejang Lebong. Padahal, sidak tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya program daerah.
“Kami datang untuk melihat langsung bagaimana makanan program Makan Bergizi Gratis disiapkan. Sayangnya kami dilarang masuk, padahal pengawasan ini penting agar standar kebersihan dan gizi benar-benar terjamin,” ujar Hidayatullah kepada wartawan.
Menurutnya, DPRD mendukung penuh program MBG yang dibagikan setiap hari sekolah kepada para siswa. Namun, dukungan tersebut harus diimbangi dengan pengawasan yang serius agar tidak ada masalah di lapangan, baik soal menu maupun kebersihan dapur. Ia menegaskan, sidak dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi demi memastikan program berjalan sesuai aturan.
“Kami tidak mencari kesalahan siapa pun. Justru sebaliknya, kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak sekolah di Rejang Lebong,” tegasnya.
Meski kecewa dengan hasil sidak, Komisi I DPRD memastikan akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan memanggil pihak pengelola dapur untuk dimintai keterangan secara terbuka. Hingga berita ini diturunkan, pengelola dapur MBG di Desa Teladan belum memberikan penjelasan resmi terkait larangan masuk yang dialami rombongan dewan.(Izk21)
