Curup – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program yang secara konsisten dijalankan adalah bimbingan kerohanian Islam, khususnya kegiatan belajar membaca Iqra’ dan Al-Qur’an.
Kegiatan ini dilaksanakan secara terjadwal dan bergilir di setiap blok hunian, agar seluruh warga binaan dapat merasakan manfaat yang sama. Tujuannya bukan sekadar mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga membekali mereka dengan pegangan spiritual yang diharapkan mampu membawa perubahan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menegaskan bahwa program kerohanian menjadi bagian penting dari sistem pembinaan.
“Kami ingin setiap warga binaan Muslim memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena itu, bimbingan ini kami jalankan secara terstruktur dan merata di setiap blok,” ujarnya.
David menambahkan, bekal kerohanian bukan hanya memberi ketenangan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga diharapkan menjadi pijakan yang kokoh ketika warga binaan bebas.
“Dengan penguatan rohani, mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan siap berkontribusi positif,” tambahnya.
Program bimbingan kerohanian di Lapas Curup ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pembangunan moral dan spiritual bagi warga binaan. (Izk21)
