Erna Sari Dewi di Komisi V, Bengkulu Siap Dapat Ribuan Program Bedah Rumah

Jakarta – Kepindahan Erna Sari Dewi ke Komisi V DPR RI dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Bengkulu yang selama ini masih tertinggal dibanding sejumlah daerah lain.

Selama beberapa periode, Bengkulu diketahui belum memiliki perwakilan di Komisi V yang membidangi sektor infrastruktur, perhubungan, dan perumahan rakyat. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya akses terhadap berbagai program strategis nasional, khususnya di bidang pembangunan dasar dan perumahan.

Sebagai langkah awal, Erna memastikan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan mulai digulirkan dalam jumlah besar di Bengkulu. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan fokus pada perbaikan rumah tidak layak huni.

Pada tahap awal, penyaluran BSPS direncanakan merata di seluruh kabupaten dan kota, seperti Kepahiang, Seluma, Bengkulu Tengah, Rejang Lebong, hingga Bengkulu Selatan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pemerataan pembangunan sekaligus menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Erna menegaskan, program tersebut akan berjalan secara berkelanjutan setiap tahun dengan jumlah bantuan mencapai ribuan unit rumah.

“Setiap tahun akan ada ribuan rumah masyarakat Bengkulu yang diperbaiki melalui BSPS. Kita ingin dampaknya terasa konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program BSPS sendiri merupakan bantuan stimulan dari pemerintah pusat yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan maupun renovasi rumah. Selain meningkatkan kualitas hunian, program ini juga berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, khususnya di sektor tenaga kerja konstruksi dan distribusi material bangunan.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kendala di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Di akhir, Erna menegaskan bahwa perpindahannya ke Komisi V bukan sekadar penugasan, melainkan langkah strategis untuk memastikan Bengkulu mendapatkan akses yang lebih besar terhadap program pembangunan nasional.(Izk21)

Exit mobile version